Mahasiswa KKN Unram Berdayakan Masyarakat Desa Lembuak melalui Pelatihan Pembuatan Sabun dari Minyak Jelantah
Lombok Barat (NTBSatu) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (Unram) Tahun 2026 Desa Lembuak menggelar kegiatan sosialisasi, edukasi, dan pelatihan pembuatan sabun dari minyak jelantah.
Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga. Sekaligus, mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Pemerintah Desa Lembuak, Tim Penggerak PKK, dan Karang Taruna Desa Lembuak. Sebanyak 30 peserta dari masyarakat umum mengikuti kegiatan ini.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi dan edukasi yang pada Jumat, 17 Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai bahaya pembuangan minyak jelantah secara sembarangan.
Limbah minyak goreng bekas yang dibuang ke saluran air maupun tanah dapat mencemari lingkungan, mengganggu kualitas air, serta berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan apabila digunakan kembali sebagai minyak konsumsi.
Selain menjelaskan dampak lingkungan dan kesehatan, mahasiswa KKN juga memperkenalkan potensi pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku pembuatan sabun. Pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
“Harapannya, kegiatan ini mampu mengurangi pencemaran sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat,” kata perwakilan mahasiswa KKN PMD Unram, Rizky Julmiatno.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, lanjut dia, mahasiswa KKN PMD Unram kembali menggelar pelatihan praktik pembuatan sabun dari minyak jelantah pada Selasa, 28 Juli 2026 pukul 16.00 Wita di Posko KKN Unram Desa Lembuak.
Dalam pelatihan ini, mahasiswa KKN mendampingi peserta pada setiap tahapan. Mulai dari proses penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, hingga pencetakan sabun. Pendampingan tersebut bertujuan agar peserta tidak hanya memahami teorinya saja. Namun juga memiliki keterampilan untuk mempraktikkannya secara mandiri di rumah.
“Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan saat sesi edukasi, serta mengikuti seluruh tahapan praktik hingga selesai,” ungkapnya.

Melalui pelatihan ini, ia berharap masyarakat semakin memahami bahwa minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang lebih bernilai. Bahkan berpotensi dikembangkan sebagai peluang usaha skala rumah tangga.
Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya Tujuan 12 (Responsible Consumption and Production/Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan limbah rumah tangga secara berkelanjutan.
Selain itu, pelatihan ini turut mendukung Tujuan 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan memberikan keterampilan yang berpotensi meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Serta, berkontribusi terhadap Tujuan 13 (Climate Action) melalui upaya pengurangan pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah.
Ia menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga. Sekaligus, memberikan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat tidak lagi memandang minyak jelantah sebagai limbah yang harus dibuang begitu saja. Dengan pengolahan yang tepat, minyak jelantah dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat, bernilai ekonomis, sekaligus membantu menjaga kelestarian lingkungan. Harapannya, keterampilan yang diperoleh dapat terus diterapkan dan dikembangkan sehingga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Lembuak,” ujar perwakilan mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN PMD Unram berharap masyarakat Desa Lembuak semakin sadar akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga secara bertanggung jawab serta mampu memanfaatkan minyak jelantah menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomi. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan peduli terhadap lingkungan. (*)




