Pemkot Mataram Gandeng Jakarta Smart City, Percepat Transformasi Pemerintahan Digital
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mempercepat langkah menuju transformasi pemerintahan digital dengan menggandeng Unit Pengelola Jakarta Smart City (JSC). Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya serius Pemkot Mataram membangun sistem pemerintahan berbasis data yang terintegrasi dan mampu bekerja secara real-time.
Menghadapi tuntutan pelayanan publik yang semakin cepat dan kompleks, Pemkot Mataram tidak ingin memulai semuanya dari nol. Pemerintah daerah memilih belajar langsung dari praktik terbaik yang telah diterapkan Jakarta melalui sistem smart city yang sudah berjalan.
Kunjungan resmi berlangsung pada Command Center Jakarta Smart City, Balai Kota Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026. Rombongan Sekretaris Daerah Kota Mataram Lalu Alwan Basri hadir bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram M. Ramadhani, Kepala Bappeda, serta Inspektur Kota Mataram.
Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, menegaskan langkah ini bukan studi banding, melainkan strategi percepatan transformasi digital daerah.
“Kami tidak ingin menghabiskan waktu dan anggaran untuk mencoba semuanya dari awal. Kami belajar dari praktik terbaik yang sudah terbukti berhasil, lalu mengadaptasinya sesuai kebutuhan Kota Mataram agar transformasi digital bisa berjalan lebih cepat dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, arah pembangunan pemerintahan ke depan tidak hanya soal penyediaan layanan, melainkan kemampuan pemerintah membaca data secara cepat dan akurat untuk pengambilan keputusan.
“Ke depan, ukuran keberhasilan pemerintah bukan hanya banyaknya layanan yang tersedia, melainkan seberapa cepat kami membaca data, memahami kebutuhan warga, serta mengambil keputusan yang tepat,” tambahnya.
Dari pihak Jakarta Smart City, Kepala Unit Pengelola Ponirin Limbong menyambut baik langkah Pemkot Mataram. Ia menegaskan keberhasilan smart city tidak hanya ditentukan teknologi, tetapi juga tata kelola dan konsistensi pengelolaan data.
“Smart city bukan soal siapa paling canggih teknologinya, melainkan siapa mampu mengelola data dengan baik dan menjadikannya dasar pengambilan keputusan,” kata Ponirin.
Komitmen Mataram di Jalur Tepat
Ia juga menilai komitmen Mataram sudah berada pada jalur yang tepat, terutama dalam membangun fondasi integrasi data lintas perangkat daerah.
“Dengan tata kelola kuat dan komitmen jelas, percepatan transformasi digital daerah bukan hal mustahil,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, M. Ramadhani, menegaskan fokus utama kolaborasi ini mencakup integrasi data dan pembangunan dashboard pimpinan berbasis real-time.
“Integrasi data bukan proyek teknologi. Ini fondasi untuk membangun pemerintahan yang lebih responsif, transparan, dan tepat sasaran,” katanya.
“Kami ingin memastikan setiap kebijakan Pemerintah Kota Mataram benar-benar berbasis data akurat dan dapat dipantau secara real-time,” tambahnya.
Pertemuan kedua pihak menghasilkan sejumlah langkah tindak lanjut, termasuk penjajakan proyek percontohan smart city, program magang ASN Kota Mataram pada Jakarta Smart City, serta pemetaan modul teknologi yang dapat direplikasi sesuai kebutuhan daerah.
Kolaborasi ini menjadi titik awal percepatan transformasi digital Kota Mataram, khususnya dalam mewujudkan sistem pemerintahan terintegrasi melalui penguatan program Satu Data Kota Mataram.
Lebih dari kerja sama antardaerah, langkah ini menandai perubahan pendekatan pembangunan digital. Dari membangun aplikasi menuju ekosistem data yang menyatukan seluruh proses pemerintahan. (*)




