Jihan Selamat dari Kebakaran, Rumah dan Perlengkapan Sekolah Hangus Dilalap Api
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Jihan Mutiara Ramdani (14), siswi kelas 2 SMPN 2 Unter Iwes, berhasil menyelamatkan diri saat kebakaran melanda rumah panggung milik keluarganya di Desa Kereke, Kecamatan Unter Iwes, Jumat, 31 Juli 2026. Namun, kobaran api menghanguskan seluruh isi rumah, termasuk tas sekolah, sepatu, buku pelajaran, pakaian, hingga sepeda motor yang baru dibeli dua bulan lalu. Saat api padam, Jihan hanya menyisakan pakaian yang melekat di tubuhnya.
Jihan menceritakan kebakaran bermula ketika ia mendengar suara seperti kabel terbakar dari bawah kolong rumah sekitar pukul 13.30 Wita. Ia langsung mencari kedua orang tuanya. Namun, ayah dan ibunya sedang berada di luar rumah. Jihan kemudian berlari memberi tahu bibinya dan keluarga di rumah sebelah agar segera menyelamatkan diri.
“Saya dengar suara kabel terbakar dari bawah kolong rumah. Lalu cari bapak sama ibu, ternyata mereka sedang di luar. Saya langsung turun kasih tahu bibi dan keluarga di sebelah,” tutur Jihan.
Api Hanguskan Seluruh Isi Rumah
Sementara itu, api dengan cepat membesar karena bawah kolong rumah menyimpan berbagai barang mudah terbakar. Di lokasi tersebut terdapat sepeda motor Honda Beat yang baru dibeli sekitar dua bulan lalu, gabah, pupuk, oli, kapuk, terpal, serta berbagai perlengkapan rumah tangga. Kobaran api kemudian menghanguskan rumah panggung milik Mustaram dan turut berdampak pada dua rumah di sekitarnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Sumbawa, H. Sahabuddin, mengatakan petugas menerima laporan sekitar pukul 13.55 Wita, kemudian langsung bergerak menuju lokasi dengan tiga unit mobil fire truck. Yon TP juga mengirim satu unit mobil pemadam untuk membantu proses pemadaman.
“Anggota langsung melakukan pemadaman begitu tiba di lokasi. Berkat kesigapan masyarakat dan personel Damkartan, api berhasil kami kendalikan sehingga tidak menyebar ke rumah lainnya,” ujar Sahabuddin.
Kerugian Diperkirakan Capai Rp200 Juta
Di sisi lain, Damkartan menduga arus pendek listrik dari bawah kolong rumah memicu kebakaran tersebut. Petugas berhasil memadamkan api sekitar pukul 15.13 Wita setelah melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi.
Sahabuddin memperkirakan kerugian akibat kebakaran mencapai sekitar Rp200 juta. Meski api menghanguskan rumah beserta seluruh isinya, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.
“Dugaan sementara mengarah pada arus pendek listrik yang berasal dari bawah kolong rumah panggung. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dan seluruh personel memastikan lokasi aman sebelum kembali ke Mako,” katanya. (*)




