DKP Sumbawa Tebar 380 Ribu Benih Ikan, Tuntas di 13 Kecamatan
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), terus memperkuat ketahanan pangan berbasis perikanan. Melalui program restocking atau penebaran benih ikan di perairan umum.
Tahun 2026 ini, sebanyak 380 ribu benih ikan ditebar di 24 lokasi yang tersebar di sejumlah kecamatan. Dengan dukungan anggaran APBD sebesar Rp108 juta.
Program tersebut menjadi langkah strategis Pemkab Sumbawa dalam menjaga kelestarian ekosistem perairan, meningkatkan populasi ikan. Sekaligus mendorong pemenuhan gizi masyarakat, guna menekan angka stunting di daerah.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbawa, H. Burhanuddin, S.Pi., mengatakan, hingga awal Mei 2026 pelaksanaan penebaran benih ikan telah tuntas di 13 kecamatan. “Penebaran benih ikan sudah selesai di 13 kecamatan. Sementara, sisanya akan segera menyusul dalam waktu dekat,” ujarnya, Rabu, 13 Maret 2026.
Adapun wilayah yang telah menerima program tersebut meliputi Kecamatan Moyo Hilir, Moyo Utara, Lape, Maronge, Labuhan Badas, Batulanteh. Kemudian, Orong Telu, Alas, Alas Barat, Utan, Buer, Plampang, dan Labangka.
Burhanuddin menjelaskan, program restocking merupakan bagian dari upaya konservasi sumber daya perairan. Tujuannya, untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan populasi ikan di perairan umum seperti sungai, embung, waduk, hingga kawasan perairan lainnya.
“Program restocking ini merupakan kegiatan penebaran ikan ke perairan umum sebagai bentuk konservasi sumber daya perairan. Agar populasi ikan tetap terjaga dan berkembang,” jelasnya.
DKP Sumbawa menebarkan tiga jenis ikan sesuai dengan habitat wilayah masing-masing. Yakni, 160 ribu ekor ikan nila, 120 ribu ekor ikan tawes, dan 100 ribu ekor ikan karper.
“Jenis ikan yang ditebar disesuaikan dengan kondisi habitat asli di setiap wilayah. Agar mampu berkembang secara optimal dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” katanya.
Perkuat Ketahanan Pangan
Ia menambahkan, pengadaan benih ikan melalui sistem E-Katalog dengan melibatkan pihak ketiga yang bekerja sama dengan Balai Pembenihan Ikan (BPI) Rhee. Guna memastikan kualitas benih tetap terjaga.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya bertujuan menjaga ketersediaan stok ikan di perairan umum. Tetapi juga, memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan konsumsi ikan masyarakat.
“Melalui program ini, masyarakat diharapkan lebih mudah memperoleh sumber protein bergizi tinggi yang terjangkau. Sehingga, dapat mendukung upaya penanganan stunting,” ungkapnya.
Selain mendukung kebutuhan pangan, ia juga meyakini, program restocking mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Khususnya, warga di sekitar kawasan perairan umum yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan.
“Keberadaan stok ikan yang cukup tentu akan membantu meningkatkan produktivitas masyarakat dan menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan daerah,” ujarnya.
DKP Sumbawa pun mengajak masyarakat ikut menjaga kelestarian perairan, dengan tidak melakukan aktivitas penangkapan ikan menggunakan cara-cara yang merusak lingkungan.
“Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga ekosistem perairan, agar ikan yang telah ditebar bisa berkembang dengan baik dan memberi manfaat berkelanjutan,” tutupnya. (Marwah)




