AdvertorialPendidikan

KKN Internasional Unram Dukung Pembangunan Berkelanjutan melalui Mural Budaya dan Lampu Tenaga Surya

Mataram (NTBSatu) – Delegasi KKN Internasional Universitas Mataram (Unram) bersama dengan sembilan delegasi KKN Internasional Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) serta peserta Green Summer Campaign Volunteer University of Social Sciences and Humanities (USSH) Vietnam National University Ho Chi Minh City, bersama-sama meresmikan Mural Painting Project dan Rural Lightning Project.

Kedua program ini merupakan program utama dalam pelaksanaan KKN Internasional yang merupakan kolaborasi tiga Universitas.

Adapun peserta delegasi KKN Internasional Unram itu di antaranya: R. Dimas Bany Adhiman, Junaidi, Sarah Rachel Syahida, Melinda Dita Lestari, dan Fuad Abdurrahman Afifi.

IKLAN

Mural Painting Project merupakan program dalam upaya melestarikan budaya masyarakat etnis Chơ Ro. Ini dilakukan dengan mengecat mural di Nhà văn hóa (Rumah Budaya) masyarakat etnis Chơ Ro dengan gambar gambar yang melestarikan identitas budaya lokal dan menyebarkan pesan pelestarian Lingkungan.

Program ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya etnis Chơ Ro secara lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat sekitar.

Ini diwujudkan dengan Nhà văn hóa yang sering digunakan sebagai ruang publik bagi masyarakat melalui kegiatan sosial serta melaksanakan berbagai aktivitas budaya. Dengan menjadikan kompleks Nhà văn hóa sebagai media mural, nilai-nilai budaya dan pesan pelestarian lingkungan dapat dilihat dan diingat oleh masyarakat maupun pengunjung secara berkelanjutan.

Delegasi KKN Internasional juga berkontribusi secara signifikan dalam membantu kehidupan masyarakat Bau Lam Commune dengan pengadaan program Lighting Rural Roads.

Program ini dilaksanakan dengan memasang instalasi lampu jalan bertenaga surya di sepanjang jalan Bau lam Commune. Keberadaan dari program ini diharapkan dapat membantu mobilitas masyarakat Bau Lam Commune terutama pada malam hari, dengan menyediakan penerangan yang lebih memadai sehingga meningkatkan keamanan dan kenyamanan beraktivitas.

Selain itu, penggunaan lampu tenaga surya juga mendukung pemanfaatan energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan serta berkelanjutan, sejalan dengan upaya mendorong pembangunan desa yang berwawasan lingkungan.

Kolaborasi lintas budaya ini diharapkan tidak hanya memberi dampak nyata bagi pembangunan desa setempat, tetapi juga membuka portal kerja sama bilateral yang lebih besar antara institusi di Indonesia dan Vietnam. Keterlibatan pemuda dari berbagai negara ASEAN menunjukkan semangat kebersamaan dalam memajukan lingkungan serta masyarakat di kawasan Asia Tenggara. (*)

Artikel Terkait