Festival Sangiang Api 2026: Angkat Sejarah dan Budaya Bahari Bima
Kota Bima (NTBSatu) – Festival Sangiang Api (FSA) 2026 pada akhir Agustus mendatang. Event ini mengusung perpaduan unik antara atraksi wisata bahari, jejak sejarah erupsi gunung api. Juga sejarah syiar Islam Nusantara di pesisir Pulau Sangiang.
Kepala Desa Sangiang, Arasid H. Imran, menegaskan, FSA 2026 melampaui sekadar perayaan tahunan.
Festival ini menjadi panggung utama untuk memperkenalkan ketangguhan dan identitas peradaban maritim masyarakat Sangiang kepada dunia.
“Festival Sangiang Api bukan sekadar perayaan budaya. Ini adalah panggung untuk menceritakan siapa masyarakat Sangiang kepada dunia. Tentang sejarah yang kami miliki, budaya yang kami jaga. Terlebih masa depan yang ingin kami bangun bersama,” ujar Arasid, Rabu, 5 Agustus 2026.
Dalam festival ini, pengunjung dapat menyaksikan lomba sampan layar tradisional, lomba dayung, pameran tenun khas, demonstrasi pembuatan kapal kayu warisan leluhur, bazar UMKM, hingga pameran kuliner lokal.
Pamerkan Artefak Awal Peradaban
Tak hanya itu, festival ini juga memamerkan Nakara Makalamu, artefak perunggu langka yang menjadi bukti peradaban awal di kawasan tersebut.
Melalui festival ini, Desa Sangiang mengangkat narasi sejarah penting mengenai perjalanan Gunung Sangiang Api. Erupsi besar di masa lalu sempat menyebarkan warga ke berbagai daerah, namun ketangguhan masyarakat berhasil menjaga adat dan ikatan kekeluargaan hingga kini.
Selain itu, letak strategis pulau ini di jalur pelayaran kuno menjadikannya titik penting masuknya Islam yang dibawa para pelaut Arab, Jawa, dan Sulawesi.
“Seluruh rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya kami hadirkan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi untuk memperkenalkan identitas Pulau Sangiang,” tegas Arasid.
Ia menambahkan, Pulau Sangiang merupakan kawasan yang kaya akan sejarah dan budaya. “Pulau Sangiang itu kawasan yang memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan peradaban maritim yang telah tumbuh selama berabad-abad,” imbuhnya.
Kini, FSA telah resmi masuk dalam Kalender Event Pariwisata Provinsi NTB dan tengah didorong masuk ke dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI.
Arasid pun mengajak seluruh elemen masyarakat, akademisi, hingga perantau Sangiang di berbagai wilayah untuk berkolaborasi mensukseskan gelaran kebanggaan Bima ini. (*)




