48 Peserta Ikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap II di Sumbawa
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa kembali memperkuat keterampilan tenaga kerja melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap II Tahun 2026.
Sebanyak 48 peserta mengikuti pelatihan yang terbagi dalam tiga kejuruan, yakni pengoperasian instalasi kontrol listrik industri berbasis PLC, desain grafis, dan barista.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., membuka pelatihan tersebut di Ruang Rapat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa, Kamis, 17 September 2026.
Masing-masing kejuruan menampung 16 peserta. Program tersebut menjadi salah satu upaya Pemkab Sumbawa meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Budi mengatakan, dunia kerja membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya menguasai kompetensi, tetapi juga mampu bersaing. Karena itu, ia meminta peserta memanfaatkan pelatihan secara maksimal.
“Dunia kerja membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga mampu berkompetisi. Karena itu, manfaatkan kesempatan pelatihan ini untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan kepercayaan diri,” ujar Budi, Kamis, 17 September 2026.
Tekankan Kompetensi dan Karakter
Budi menegaskan, keberhasilan peserta tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis. Peserta juga perlu membangun kedisiplinan, profesionalisme, kepatuhan terhadap ketentuan, serta kemampuan bekerja sama.
“Selama mengikuti pelatihan, saya berharap seluruh peserta menunjukkan sikap profesional, disiplin, taat terhadap ketentuan, serta mampu membangun kerja sama yang baik. Hal itu penting untuk membentuk sumber daya manusia yang kompeten dan berkarakter,” katanya.
Selain itu, Budi meminta peserta mengikuti seluruh tahapan pelatihan sesuai jadwal. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi untuk menentukan kelulusan sekaligus memperoleh sertifikat kompetensi.
Menurutnya, peserta tidak boleh berhenti mengembangkan kemampuan setelah menyelesaikan pelatihan. Perubahan kebutuhan dunia kerja menuntut tenaga kerja terus belajar dan menyesuaikan keterampilan.
“Pelatihan ini merupakan proses awal. Kompetensi yang diperoleh harus terus dikembangkan sesuai perkembangan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, setiap peserta perlu memiliki visi dan komitmen untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Pemkab Sumbawa terus memperkuat sarana dan prasarana pelatihan. Pemerintah daerah juga memastikan proses pembelajaran mendapat dukungan instruktur yang memiliki kompetensi dan pengalaman sesuai bidangnya.
Budi berharap 48 peserta mengikuti seluruh proses dengan sungguh-sungguh dan membangun karakter yang tangguh, disiplin, serta profesional.
“Saya berharap seluruh peserta memperoleh ilmu dan keterampilan yang bermanfaat, berhasil mengikuti uji kompetensi, serta mendapatkan sertifikat kompetensi,” harapnya.
Budi kemudian membuka secara resmi Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap II Tahun 2026. Ia mengajak peserta menjadikan program tersebut sebagai langkah awal untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing dalam menghadapi dunia kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa, para kepala bidang, serta Kepala UPT BLK turut menghadiri kegiatan tersebut. (*)




