Ribuan ASN Sumbawa Ikuti Profiling, Karier Aparatur Dipetakan Lewat Manajemen Talenta
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa terus membangun merit sistem dalam pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN). Hingga tahap kedua, sebanyak 1.300 ASN telah mengikuti profiling untuk memetakan kompetensi dan potensi masing-masing.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.AP., mengatakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) memfasilitasi proses profiling tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap penerapan manajemen talenta di Kabupaten Sumbawa.
“Alhamdulillah, Kabupaten Sumbawa menjadi kabupaten pertama di Provinsi NTB yang mendapat persetujuan untuk melaksanakan manajemen talenta. BKN juga mendampingi kami dalam implementasinya,” ujar Budi, Kamis, 17 September 2026.
Budi menjelaskan, Pemkab Sumbawa sebelumnya melakukan profiling terhadap 601 ASN. Pada tahap kedua, sebanyak 700 ASN mengikuti profiling selama tiga hari.
Dengan demikian, total ASN yang sudah mengikuti profiling mencapai sekitar 1.300 orang. Pemkab Sumbawa akan terus berkomunikasi dengan BKN agar proses tersebut dapat menjangkau lebih banyak ASN.
“Profiling ini mendata kompetensi dan potensi yang dimiliki ASN. Dari data itu, kita bisa melihat performa individu sekaligus arah pengembangan kariernya,” katanya.
Menurut Budi, profiling tidak hanya melihat kemampuan akademik atau keilmuan ASN. Sistem tersebut juga memetakan kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, rekam jejak, kemampuan mengelola organisasi, hingga kemampuan melihat arah pengembangan organisasi.
Karena itu, setiap ASN perlu mengikuti proses tersebut secara serius. Hasil profiling nantinya muncul dalam MyASN masing-masing sehingga ASN dapat mengetahui posisi mereka dalam kelompok atau pool manajemen talenta.
Kelompokkan ASN Berdasarkan Potensi
Budi mengatakan, manajemen talenta mengelompokkan ASN berdasarkan hasil pemetaan kompetensi dan potensi. Dalam sistem tersebut, pool 9 menjadi kelompok yang memiliki performa paling tinggi.
Komite Talenta kemudian menggunakan data tersebut untuk melihat kandidat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Jika tidak menemukan kandidat pada pool 9, pencarian dapat berlanjut ke pool 8 hingga pool berikutnya.
“Prioritas kita ada di pool 7, 8, dan 9. Kami berharap seluruh aparatur setidaknya bisa berada di pool 7,” ujarnya.
Lebih lanjut, data tersebut juga membantu pemerintah melihat kesesuaian antara karakteristik ASN dan kebutuhan organisasi perangkat daerah. ASN dengan kompetensi dan orientasi tertentu dapat masuk dalam pertimbangan untuk posisi yang membutuhkan profil tersebut.
Budi menegaskan, manajemen talenta juga menjadi alat bantu bagi Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dalam mengambil keputusan terkait pengembangan karier ASN.
“Ketika PPK ingin melakukan rotasi, mutasi, pergeseran, maupun promosi, sumber data terbesarnya berasal dari profiling ASN dalam manajemen talenta. Semua ASN memiliki kesempatan mengikuti proses ini,” katanya.
Dengan sistem tersebut, pemerintah tidak hanya melihat kemampuan seorang ASN dari sisi keilmuan. Pemerintah juga dapat melihat potensi kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, rekam jejak, serta kesesuaian karakter dengan kebutuhan organisasi.
Budi menyebut penerapan manajemen talenta menjadi bagian dari reformasi birokrasi yang ingin membangun sistem penempatan ASN berdasarkan data.
“Kita harus membangun birokrasi yang profesional dengan data yang profesional juga. Jadi, penempatan orang pada posisi tertentu memiliki dasar yang jelas,” ujarnya.
Sementara itu, Budi mengatakan seluruh ASN pada dasarnya perlu memiliki profil kompetensi dan potensi. Namun, Kabupaten Sumbawa mendapat fasilitasi BKN dalam pelaksanaan profiling tersebut.
Pemkab Sumbawa akan melanjutkan komunikasi dengan BKN untuk memperluas profiling ASN. Pemerintah daerah berharap semakin lengkap data kompetensi dan potensi ASN, semakin kuat pula penerapan manajemen talenta dalam pengembangan karier aparatur. (*)




