Kota Mataram

Terima Dana Insentif Rp3 Miliar dari Kemendagri, Mohan Prioritaskan Penanganan Sampah dan Infrastruktur

Mataram (NTBSatu) – Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, membeberkan rencana penggunaan dana insentif fiskal sebesar Rp3 miliar yang diterima Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Anggaran tersebut bertujuan untuk mendukung sejumlah program prioritas, terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik.

Mohan mengatakan, pihaknya telah menyampaikan rencana penggunaan dana insentif tersebut kepada Kemendagri agar dapat terealisasikan secepatnya.

IKLAN

Salah satu fokus utama pemanfaatan anggaran itu adalah memperkuat penanganan sampah, melalui pengadaan armada pengangkut sampah.

“Dari insentif yang kita dapat, reward Rp3 miliar dari Kemendagri terkait Creative Financing itu, alokasinya untuk peningkatan penanganan sampah, termasuk pengadaan armada kendaraan,” ujar Mohan, Senin, 8 Juni 2026.

Pembiayaan Program Prioritas

Selain sektor persampahan, Pemkot Mataram mengalokasikan sebagian anggaran untuk penataan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) kawasan eks Bandara Selaparang. Sekitar Rp200 juta disiapkan guna menyeragamkan lapak pedagang, sehingga kawasan tersebut lebih tertata dan nyaman bagi pengunjung.

IKLAN

Menurut Mohan, meski kawasan tersebut dikelola Koperasi Angkasa Pura (Kokapura), pemerintah daerah tetap berkomitmen mendukung penataan. Langkah itu bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat, sekaligus memberikan tempat usaha yang lebih layak bagi para pedagang.

“Kami punya komitmen untuk menata bersama Kokapura. Meski pengelolaannya oleh Kokapura, kami tetap intervensi agar masyarakat nyaman berkunjung dan pedagang lebih layak berjualan,” katanya.

Selain itu, penggunaan dana insentif tersebut juga untuk membiayai sejumlah program prioritas melalui organisasi perangkat daerah (OPD). Program tersebut meliputi pemagaran TPU (Tempat Pemakaman Umum) Karang Harum, pembangunan gudang obat kawasan Jalan Lingkar, peningkatan kualitas drainase melalui Dinas PUPR, serta pembenahan ruang terbuka hijau (RTH). Pembenahan RTH mencakup penyediaan taman bermain anak dan perbaikan penerangan taman.

Mohan menegaskan, dana insentif tersebut harus terealisasi pada tahun berjalan sesuai ketentuan Kemendagri. Karena itu, anggaran tersebut tidak masuk dalam APBD Perubahan, melainkan langsung untuk membiayai program yang telah ditetapkan.

“Ya harus habis, harus terpakai anggaran itu. Kami bersyukur mendapat Rp3 miliar ini. Dengan kondisi fiskal daerah saat ini, anggaran tersebut sangat membantu pembangunan dan perbaikan infrastruktur,” ujarnya.

Dana Intensif untuk Penguatan Ekonomi Daerah

Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Irawan Aprianto mengatakan, penghargaan tersebut patut mendapat apresiasi. Namun, yang paling penting adalah bagaimana dana insentif turut memberikan dampak nyata terhadap penguatan ekonomi daerah.

“Pertama tentu kami mengapresiasi penghargaan ini. Tapi kami mendorong agar penghargaan ini jangan hanya stagnan pada administratif. Pemkot harus mengarahkan tambahan dana ini untuk program-program yang menyentuh masyarakat dan mampu meningkatkan PAD,” ujar Irawan.

Ia menilai, kondisi fiskal daerah saat ini menuntut pemerintah daerah lebih kreatif dalam mencari sumber pembiayaan pembangunan. Pasalnya, Kota Mataram masih sangat bergantung terhadap dana transfer pemerintah pusat yang kini terus mengalami pengurangan.

“Tidak menutup kemungkinan besar efisiensi ini akan terus berlanjut. Dana transfer kita berkurang sekitar Rp300 miliar atau hampir 25 persen. Mau tidak mau kita harus kreatif, bahkan lebih dari kreatif,” katanya.

Menurut Irawan, Pemkot sebaiknya juga memfokuskan dana insentif Rp3 miliar tersebut untuk memperkuat sektor-sektor yang memiliki potensi besar mendongkrak PAD. Salah satunya melalui revitalisasi pasar tradisional yang selama ini belum maksimal.

“Pasar-pasar kita masih banyak yang kumuh. Padahal pasar merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Revitalisasi pasar seperti Pasar ACC dan Pasar Kebon Roek harus menjadi perhatian serius,” tegasnya.

Sebelumnya, Kota Mataram meraih penghargaan Terbaik I Kategori Creative Financing dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 pada 19 Mei 2026. Penghargaan tersebut atas inovasi dan kreativitas Pemkot Mataram dalam mengelola pembiayaan pembangunan daerah. (*)

Artikel Terkait

Back to top button