Mahasiswa KKN Unram Ajak Siswa di Ketangga Ubah Kertas Bekas Jadi Karya Bernilai Ekonomis
Lombok Timur (NTBSatu) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (Unram) Desa Ketangga 2026 menggelar Workshop Daur Ulang Kertas.
Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengenalkan potensi ekonomi dari sampah kertas.
Program tersebut menyasar tiga sekolah yang berada di Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur.
Mahasiswa KKN melaksanakan kegiatan secara bertahap. SDN 1 Ketangga menjadi lokasi pertama pada 21 Juli 2026, kemudian SDN 3 Ketangga pada 22 Juli 2026, dan SMP IT Daruth Thoyyibah NW Ketangga pada 29 Juli 2026.
Workshop tersebut menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN PMD Unram yang terlaksana melalui kolaborasi bersama pihak sekolah. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya pengelolaan sampah. Sekaligus memperkenalkan cara mengubah limbah kertas menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomis.
Sebanyak 84 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Peserta terdiri atas 13 siswa SDN 1 Ketangga, 25 siswa SDN 3 Ketangga, dan 46 siswa SMP IT Daruth Thoyyibah NW Ketangga. Seluruh siswa mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan antusias.
Mahasiswa KKN membuka workshop melalui penyampaian materi tentang pentingnya menjaga lingkungan lewat pengelolaan sampah, khususnya sampah kertas.
Para peserta memperoleh penjelasan bahwa kertas bekas masih memiliki manfaat apabila masyarakat mengolahnya secara tepat.
Mahasiswa kemudian memutar video edukasi yang menampilkan proses daur ulang kertas agar siswa memahami tahapan pengolahan sebelum memasuki sesi praktik.
Praktik Mengolah Kertas Bekas
Sesi praktik menjadi bagian paling menarik dalam workshop tersebut. Mahasiswa KKN mengajak siswa mengolah kertas bekas menggunakan alat sederhana, seperti blender, baskom, air, kain, dan screen atau saringan.
Peserta lebih dulu merobek kertas menjadi potongan kecil, lalu merendamnya sebelum menghancurkannya menggunakan blender hingga berubah menjadi bubur kertas.
Setelah itu, mereka mencetak bubur kertas menggunakan screen, menekan hasil cetakan memakai kain untuk mengurangi kadar air, kemudian menjemurnya hingga menghasilkan lembaran kertas baru.
Suasana workshop berlangsung interaktif. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan sekaligus mengikuti setiap tahapan praktik.
Hasil karya mereka membuktikan bahwa kertas bekas yang sebelumnya dianggap sebagai limbah ternyata mampu berubah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.
Salah seorang peserta dari SMP IT Daruth Thoyyibah NW Ketangga, Alyska, mengaku memperoleh pengalaman baru melalui kegiatan tersebut.
“Saya senang bisa mencoba membuat kertas daur ulang secara langsung. Ternyata prosesnya mudah dan menyenangkan,” ungkapnya dengan antusias.
Apresiasi juga datang dari Kepala Sekolah VII SMP IT Daruth Thoyyibah NW Ketangga, M. Jalaludin Jabbar S.T. Menurutnya, workshop tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena menggabungkan edukasi lingkungan dengan praktik secara langsung.
“Melalui workshop ini, siswa belajar bahwa sampah yang sebelumnya berserakan dan dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai. Selain menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan ini juga menjadi pondasi bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, bahkan peluang usaha di bidang kerajinan,” ujarnya.
Mahasiswa KKN PMD Unram berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kebiasaan mengelola sampah sejak usia sekolah.
Selain memperluas pengetahuan, workshop ini membuka wawasan siswa tentang peluang ekonomi dari limbah kertas. Harapannya, sekolah dapat membangun budaya ramah lingkungan secara berkelanjutan sekaligus mendorong lahirnya berbagai produk kreatif yang memiliki nilai jual. (*)




