Minim Sosialisasi, RT Jempong Wareng Pertanyakan Kepastian Program Tempah Dedoro
Mataram (NTBSatu) – Ketua RT Lingkungan Jempong Wareng, Kelurahan Ampenan Utara, Muhammad Sabri, mengaku tidak mengetahui keberadaan maupun kepastian program tempat penampungan sampah, “Tempah Dedoro” yang dicanangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram.
Kondisi ini membuat pihaknya kesulitan menyiapkan lokasi pembangunan, mengingat wilayah Jempong Wareng merupakan permukiman padat penduduk.
“Mengenai lahan, kita perlu berkoordinasi dengan warga bagaimana ketersediaan lahan, apakah mereka mengizinkan untuk pembangunan Tempah Dedoro ini. Jangan sampai penempatan bak sampah justru menimbulkan kekhawatiran warga terkait dampak bau atau kenyamanan,” kata Sabri, Sabtu 1 Agustus 2026
Desak DLH Turun ke Lapangan
Sabri berharap dinas terkait, Dinas Lingkungan Hidup untuk segera turun ke lapangan memberi penjelasan langsung kepada masyarakat. Menurutnya, Pemkot Mataram harus menerangkan mekanisme pengelolaan sampah tersebut.
“Kami sangat berharap ada sosialisasi secara langsung mengenai Tempah Dedoro ini, bagaimana cara kerjanya, jadwal pengangkutan, sampai jaminan kebersihan supaya warga yakin dan tidak khawatir saat menyerahkan lahan,” ujarnya.
Sambil menunggu langkah Pemkot Mataram, warga Jempong Wareng saat ini memilih mengelola sampah secara swadaya. Pihaknya menggalang penanganan sampah mandiri dengan menarik iuran kebersihan setiap bulannya.
Warga membayar iuran sebesar Rp20.000 per bulan untuk rumah tangga dan Rp30.000 untuk tempat usaha. Sabri mengoperasionalkan dana tersebut untuk membiayai petugas yang mengangkut sampah dari rumah warga menuju TPS utama.
Sabri mengatakan, warga Jempong Wareng siap mendukung program Pemkot Mataram selama pemerintah mau membuka ruang dialog dan memberikan kepastian teknis di lapangan. (*)




