Nasional

Prabowo Bicara Hukuman Mati Koruptor: Sekali Dilaksanakan Tak Bisa Diralat

Jakarta (NTBSatu) – Presiden Prabowo Subianto bicara soal dorongan untuk penerapan hukuman mati bagi koruptor. Ia mengatakan ada banyak hal yang harus menjadi pertimbangan.

Prabowo menyampaikan hal itu dalam program wawancara ‘Presiden Prabowo Subianto Menjawab’ di YouTube pribadinya, Jumat, 18 September 2026. Prabowo menjawab pertanyaan mengenai pandangannya terhadap hukuman mati bagi koruptor.

“Ini masalahnya bukan soal koruptor ya. Masalah siapa pun yang dihukum mati. Masalahnya kalau dilaksanakan enggak bisa di, enggak bisa diralat. Padahal, kadang-kadang, buktinya enggak cukup,” katanya.

IKLAN

Selain itu, Kepala negara mencontohkan riwayat hukuman mati di Amerika Serikat. Menurut dia, Amerika Serikat pernah menghukum mati orang yang belakangan terbukti tidak bersalah.

“Bahkan, banyak yang dihukum mati itu enggak bersalah. Ada sekian persen di Amerika, di mana kan, terbukti. Sekarang ada DNA tes dan sebagainya,” ucap dia.

Terkait penindakan koruptor, menurut Prabowo, hal utama yang penting adalah tindakan tegas dalam pengembalian uang dan sistem yang tegas.

IKLAN

“Ya, jadi kalau menurut saya, yang paling penting adalah tindakan tegas, sistem, ya, dan, upaya untuk mengembalikan uang-uang itu,” ujar dia.

Kepala negara menyoroti Indonesia sudah punya aturan dan sanksi berat terhadap kejahatan luar biasa. Prabowo juga berharap ke depannya ada sanksi berat untuk kejahatan lingkungan, seperti pelaku pembakar lahan.

“Saya kira kita pun sudah ada di KUHAP kita ya. Mungkin, kalau tidak salah, tolong, saya bukan ahli hukum tadi. Kalau tidak salah kalau korupsi dana dana bencana alam ya, itu juga hukumannya sangat berat, kan,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait