Pacu Sport Tourism, Lomba Dayung Digelar di Dam Diwu Moro Bima
Bima (NTBSatu) – Dinas Pariwisata Kabupaten Bima menggelar perlombaan dayung di Dam Diwu Moro, Kecamatan Lambu. Ajang ini menghadirkan puluhan tim yang berlaga selama beberapa hari ke depan untuk memajukan sport tourism sekaligus menggerakkan perekonomian warga sekitar.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, Muhammad Akbar menegaskan, pengembangan destinasi wisata harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat setempat.
“Setiap destinasi wisata harus mampu memberikan nilai tambah bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya pada NTBSatu, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Sinergi Gerakkan Ekonomi Lokal
Ia menambahkan, pengelolaan destinasi seperti Dam Diwu Moro membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Pemerintah desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) memegang peranan kunci sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
“Pengembangan Dam Diwu Moro ke depan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, terutama pemerintah desa bersama BUMDes sebagai penggerak ekonomi lokal,” ujarnya.
Akbar menyoroti peluang pengembangan usaha di area bendungan tersebut. Kehadiran fasilitas pendukung, seperti wahana permainan air yang BUMDes kelola, dapat menarik minat wisatawan untuk bertahan lebih lama.
“Bayangkan jika suatu hari nanti BUMDes menghadirkan wahana permainan air di Dam Diwu Moro. Pengunjung tentu akan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas,” jelas Akbar.
Menurutnya, semakin lama durasi kunjungan wisatawan, semakin besar pula dampak ekonomi yang pelaku UMKM, pedagang kuliner, hingga penyedia jasa lokal rasakan.
Hal ini sejalan dengan visi utama pembangunan pariwisata daerah yang berkelanjutan. “Inilah esensi pembangunan pariwisata yang ingin diwujudkan bukan hanya menghadirkan tempat yang indah. Tetapi menciptakan ruang yang mampu membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui ajang lomba dayung ini, Pemerintah Kabupaten Bima berharap ajang sport tourism serupa dapat terus berlanjut dan memicu kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.
“Selamat bertanding kepada seluruh peserta. Semoga Lomba Dayung di Dam Diwu Moro menjadi awal lahirnya lebih banyak kolaborasi. Agar menjadikan destinasi wisata di Kabupaten Bima semakin hidup, produktif, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)




