AdvertorialPendidikan

FATEPA Unram Perkuat Internasionalisasi lewat Summer Course 2026

Mataram (NTBSatu) – Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri (FATEPA) Universitas Mataram (Unram) mempertemukan peserta dari lima negara, akademisi, laboratorium, serta pelaku industri pangan dalam FATEPA Summer Course Program 2026 bertema “Savory The Island”.

Program berlangsung pada 24–29 Agustus 2026 dan diikuti 15 peserta. Sebanyak 13 peserta berasal dari Pakistan, Tanzania, Bangladesh, dan Nigeria, sementara dua peserta lainnya berasal dari Indonesia. Kegiatan dibuka Wakil Rektor III Universitas Mataram Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Sujita, S.T., M.T.

Rangkaian kegiatan terdiri atas academic session, visiting laboratory, dan field trip. Format tersebut memungkinkan peserta mengikuti pembelajaran di kelas sekaligus melihat penerapan ilmu di laboratorium dan industri pangan.

IKLAN

Salah satu dimensi internasional dalam program tersebut hadir melalui dua sesi bersama Prof. Tonya Kuhl.

Dalam Guest Lecture: Food Engineering – Controlling and Quantifying Mouthfeel, Tonya membahas bagaimana tekstur dan sensasi pangan di dalam mulut dapat dipelajari melalui ilmu koloid, reologi, dan tribologi.

Dalam materinya, ia menjelaskan bahwa mouthfeel tidak hanya dipengaruhi oleh kekentalan. Gesekan, pelumasan, saliva, serta interaksi permukaan juga menentukan sensasi yang diterima konsumen saat mengonsumsi pangan.

IKLAN

“Mayones digunakan sebagai salah satu contoh untuk menunjukkan bagaimana perubahan kadar lemak dapat memengaruhi tekstur, pelumasan, dan pelepasan rasa di dalam mulut,” ujarnya.

Tonya juga membawakan The Chemistry of Coffee and q-TOF Gas Chromatography/Mass Spectrometry (GC/MS).

Peserta mempelajari perbedaan Arabika dan Robusta, perubahan kimia selama proses penyangraian, hingga penggunaan GC-qTOF-MS untuk mempelajari senyawa volatil yang menentukan aroma kopi.

Dalam materi tersebut, kualitas kopi dijelaskan sebagai hasil interaksi berbagai faktor, mulai dari varietas, iklim, elevasi, nutrisi tanah, penanganan pascapanen, hingga proses penyangraian.

Pembelajaran internasional itu dipadukan dengan keahlian akademisi FATEPA.

Dalam hal ini, Moegiratul Amaro, S.TP., M.P., M.Sc. membahas pengolahan rumput laut NTB, sementara Mutia Devi Ariyana, S.Si., MP mengangkat pengembangan bioproduk dan seaweed biorefinery. Prof. Baiq Rien Handayani, SP., M.Si., Ph.D. membahas terasi tradisional dan keamanan pangan, sedangkan Prof. Ir. Zainuri, PGDip., M.App.Sc., Ph.D. membahas porang dan glukomanan.

Pengalaman peserta kemudian diperluas melalui kegiatan laboratorium. Dalam kesempatan ini, Siska Cicilia, STP., M.Sc. memandu teknologi pengolahan tempe serta pangan tradisional Cerorot dan Dadar Gulung. Sementara itu, Dr. Diah Ajeng Setiawati, ST., MES. membawakan sesi Indoor Farming Soilless Cultivation.

Dalam sesi tersebut, peserta mempelajari Controlled Environment Agriculture, sistem hidroponik, vertical farming, penggunaan pH meter dan Electrical Conductivity meter, serta peluang pemanfaatan sensor dalam pertanian presisi.

Program juga membawa peserta mengunjungi Kampung Coklat, Desa Senare, dan Lombok Cashew, sehingga pembelajaran di kampus dapat dibandingkan langsung dengan praktik pengolahan pada industri lokal.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan makan malam bersama yang dihadiri Dekan dan para narasumber. Penghargaan juga diberikan kepada narasumber dan peserta, termasuk Md Amanullah dan Ghulam Muhammad sebagai peserta Most Cooperative.

Keterlibatan peserta dari berbagai negara, pertukaran pengetahuan dengan akademisi, praktik laboratorium, serta interaksi dengan industri lokal memberi dimensi internasional pada proses pembelajaran di FATEPA Unram. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait