AdvertorialSumbawa

Budidaya Udang Berbasis Energi Terbarukan Mulai Diuji di Sumbawa

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat, menyebut program percontohan budidaya udang tradisional berbasis energi terbarukan mulai direalisasikan di Kabupaten Sumbawa. Kegiatan tahap awal dipusatkan di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara.

Sejak Senin, 13 April 2026, tim engineering PT Venambak Kail Dipantara telah turun langsung ke lapangan. Mereka melakukan pengukuran dan pemetaan topografi menggunakan teknologi drone.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup melalui Indonesia Environment Fund (IEF), PT Venambak Kail Dipantara, Forum Udang Indonesia (FUI). Serta didukung Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumbawa dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan direncanakan berlangsung hingga 2027.

IKLAN

Rahmat Hidayat, mengatakan pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut.

“Sejak awal, pemerintah daerah mendukung penuh program ini sebagai upaya pengembangan budidaya udang yang lebih berkelanjutan,” kata Rahmat, Kepada NTBSatu, Kamis 16 April 2026.

Ia menyebutkan, program ini mengusung konsep budidaya udang tradisional yang dikombinasikan dengan pemanfaatan energi surya serta terintegrasi dengan ekosistem mangrove.

IKLAN

“Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Dalam implementasinya, teknologi energi surya akan dimanfaatkan untuk mendukung operasional tambak, seperti aerasi, pompa, dan pemberian pakan.

Selain itu, peningkatan kualitas benur udang melalui sistem nursery pond untuk memastikan udang memenuhi standar sebelum didistribusikan ke petambak.

“Benur udang akan dipelihara terlebih dahulu selama kurang lebih 25 hari, kemudian dibagikan kepada petambak,” jelasnya.

Namun demikian, Pemkab mewajibkan petambak penerima manfaat berpartisipasi dalam menjaga lingkungan, salah satunya melalui penanaman mangrove.

“Ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir,” pungkasnya.

Program ini terpusat di tambak milik Pemerintah Kabupaten Sumbawa seluas dua hektare di Dusun Omo, Desa Penyaring. Sekitar 4.000 meter persegi pengalokasian lahan untuk pembangunan fasilitas nursery pond. (*)

Artikel Terkait

Back to top button