Sumbawa

DAK Rp8 Miliar Segera Cair, Proyek Air Bersih dan Sanitasi di Sumbawa Mulai Jalan Juni

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa memastikan, proyek pembangunan Air Minum dan Sanitasi (AmSan) 2026 di 10 desa segera memasuki tahap pekerjaan fisik, pada Juni mendatang. Program senilai lebih dari Rp8 miliar itu ditargetkan memperluas akses air bersih dan sanitasi bagi ribuan warga desa.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa, Muhammad Sofyan mengatakan, saat ini pemerintah daerah masih menunggu pencairan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat, sebelum pengerjaan mulai oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

“Dari hasil koordinasi dengan Kementerian PUPR, alhamdulillah Peraturan Menteri Keuangan dari Kementerian Keuangan RI sudah terbit. Sekarang tinggal menunggu dana masuk ke rekening masing-masing KSM. Sehingga, pekerjaan fisik bisa segera dilaksanakan,” ujar Sofyan, Kamis, 21 Mei 2026.

IKLAN

Menurutnya, program AmSan tidak hanya berfokus pada pembangunan jaringan air minum. Tetapi juga, peningkatan kualitas sanitasi dasar masyarakat desa yang selama ini masih terbatas.

“Begitu dana masuk ke rekening KSM, pekerjaan fisik langsung bisa dimulai karena seluruh dokumen perencanaan sudah rampung,” katanya.

Program tersebut mencakup pembangunan jaringan distribusi air minum, Sambungan Rumah (SR), fasilitas Mandi Cuci Kakus (MCK), hingga pembangunan bak penampungan atau reservoir. Total target sambungan rumah dalam program itu mencapai 1.088 sambungan rumah.

IKLAN

Daftar Desa Penerima Manfaat

Untuk sektor air minum, terdapat enam desa penerima manfaat. Yakni, Desa Simu Kecamatan Plampang, Desa Sampe Kecamatan Rhee, Desa Kukin Kecamatan Moyo Utara, Desa Leseng Kecamatan Moyo Hulu.

Kemudian, Desa Ledang Kecamatan Lenangguar dan Desa Brangkolong Kecamatan Plampang. Enam desa tersebut memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp5,3 miliar, dengan target 869 sambungan rumah.

Sementara itu, program sanitasi menyasar empat desa. Yakni, Desa Sukamulia Kecamatan Labangka, Desa Tatede Kecamatan Lopok, Desa Bale Brang Kecamatan Utan, dan Desa Jurumapin Kecamatan Buer. Program senilai Rp3,1 miliar itu menargetkan pembangunan 219 sambungan rumah.

“Seluruh Surat Perjanjian Kerja Sama dengan desa penerima manfaat sudah selesai. Jadi tahapan administrasi hampir seluruhnya tuntas,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan nantinya secara swakelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat setempat dengan pendampingan 11 tenaga fasilitator.

“Mulai dari pembangunan jaringan distribusi air minum, sambungan rumah, MCK hingga reservoir,” ujarnya.

Selain program DAK, Kabupaten Sumbawa juga memperoleh Dana Alokasi Umum (DAU) untuk pembangunan satu paket sanitasi di Kelurahan Brang Biji senilai Rp260 juta. Program itu mencakup pembangunan reservoir, jaringan distribusi air minum, dan fasilitas MCK dengan target 20 sambungan rumah.

Sofyan berharap, seluruh program dapat berjalan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Terutama, di wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses air bersih dan sanitasi layak.

“Program ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi bagaimana masyarakat mendapatkan layanan air minum dan sanitasi yang lebih baik,” tutupnya. (Marwah)

Artikel Terkait

Back to top button