Advertorial

Pemdes Air Suning Alokasikan Rp300 Juta Dana Desa Berdaya

Sumbawa Barat (NTBSatu) — Pemerintah Desa Air Suning, Kabupaten Sumbawa Barat mengalokasikan Bantuan Keuangan Khusus Program Desa Berdaya untuk penanganan sampah. Sebanyak 540 rumah pada di tiga dusun dan 19 RT sasar menerima bantuan alat pengelolaan sampah dari hulu.

Bantuan peralatan meliputi ember biopori, pipa organik, serta karung pilah sampah anorganik. Langkah strategis ini didukung pembiayaan BKK Rp300 juta dari Pemprov NTB. 

Kepala Desa Air Suning, Irwan Yuliono, menegaskan penanganan sampah harus dimulai dari unit terkecil rumah tangga. Upaya pemilahan ini bertujuan memberikan dampak lingkungan yang nyata serta berkelanjutan.

“Pengelolaan sampah tidak bisa lagi kita tumpuk di hilir,” ujar Irwan Yuliono, Jumat, 6 November 2026.

Ia menekankan pembinaan dari rumah tangga ini bertujuan membangun kesadaran bersama bahwa sampah memiliki nilai ekonomi. Pihaknya berharap bantuan peralatan tersebut dapat membentuk budaya baru di tengah masyarakat.

“Harapan kami, Desa Air Suning bisa menjadi desa yang bersih dan mandiri mengelola sampahnya,” tambahnya.

Data dan Sasaran

Sementara itu, Pemprov NTB terus melanjutkan program Desa Berdaya yang menyasar 257 desa dan kelurahan hingga akhir 2026. Program ini menjadi instrumen pemerintah daerah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan.

Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti, menjelaskan program ini mencakup 224 desa dan 33 kelurahan di 10 kabupaten/kota. Sebanyak 105 desa tercatat telah menerima transfer dana bantuan hingga akhir Oktober 2026.

Pemerintah menerapkan dua pendekatan utama, yakni skema Desa Berdaya Tematik dan Desa Berdaya Transformatif. Skema tematik mengarahkan pengembangan potensi desa pada sektor ketahanan pangan, pariwisata, hingga kelestarian lingkungan.

“Desa Berdaya Tematik kita arahkan, pemerintah desa dan kelurahan untuk mengembangkan potensi lokal melalui tiga tema utama, yakni ketahanan pangan, pariwisata, dan kelestarian lingkungan,” jelas Nelly.

Selain itu, skema transformatif menyasar langsung keluarga miskin ekstrem melalui pendampingan usaha secara berkelanjutan. Pemerintah menargetkan intervensi ekonomi produktif terhadap 7.250 kepala keluarga di seluruh wilayah NTB.

“Kita berikan modal untuk membeli peralatan usaha, kemudian kita dampingi,” tegasnya. (*)

Artikel Terkait