Kabupaten BimaKesehatan

Puskesmas Bolo Bima Pastikan Rawat Jalan Tetap Normal, Datangkan 3 Dokter RSUD

Bima (NTBSatu) – Manajemen Puskesmas Bolo, Kabupaten Bima, membantah isu yang menyebutkan operasional layanan kesehatan di fasilitas tersebut lumpuh total akibat krisis tenaga dokter.

Langkah klarifikasi ini merespons aksi unjuk rasa Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Sila Kecamatan Bolo beberapa waktu lalu, yang sempat menyoroti penurunan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah tersebut akibat kekurangan tenaga dokter.

Kepala Puskesmas Bolo, Nurjanah menegaskan, seluruh tenaga medis dan paramedis tetap bersiaga melayani masyarakat setiap hari kerja.

IKLAN

“Kami luruskan bahwa pelayanan kesehatan di Puskesmas Bolo tetap berjalan aktif, khususnya untuk pelayanan rawat jalan. Informasi yang menyebutkan layanan berhenti total itu tidak benar,” ujar Nurjanah, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Nurjanah menjelaskan, manajemen terpaksa menerapkan skema penyesuaian layanan akibat terbatasnya jumlah dokter. 

Puskesmas Bolo membatasi beberapa jenis pelayanan sementara waktu guna memastikan fokus dan kualitas perawatan pasien.

“Penyesuaian ini bukan penghentian total. Layanan rawat jalan umum, konsultasi poli, serta pelayanan resep dan pengambilan obat rutin tetap berjalan normal. Namun, untuk layanan rawat inap, persalinan 24 jam, dan IGD 24 jam sementara belum bisa melayani,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi kebutuhan darurat warga, pihaknya menyiapkan mekanisme rujukan cepat ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Bagi pasien yang membutuhkan penanganan darurat, rawat inap, atau persalinan lanjutan. Kami siap memfasilitasi proses rujukan cepat ke RSUD Sondosia atau rumah sakit terdekat,” kata Nurjanah.

Kerahkan Tiga Dokter dari RSUD Sondosia

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Nurul Wahyuti menyatakan, pemerintah daerah telah bergerak cepat mengatasi kekosongan dokter di Puskesmas Bolo. 

Dinas Kesehatan Kabupaten Bima mengerahkan tiga dokter dari RSUD Sondosia untuk membantu operasional secara berkala.

“Kami menugaskan sementara tiga dokter dari RSUD Sondosia ke Puskesmas Bolo berdasarkan keputusan Sekda Bima. Selain itu, kami juga membuka rekrutmen dokter kontrak BLUD. Dengan insentif Rp6 juta per bulan agar krisis ini segera teratasi,” tegasnya.

Pihak Puskesmas Bolo mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya serta memohon dukungan agar pelayanan kesehatan dapat kembali optimal. (*)

Artikel Terkait