Kuliner

Perkuat Pasar Pariwisata Mandalika, Kulon Bistro Tawarkan Kuliner Khas Lombok

Mataram (NTBSatu) – Pengelola kawasan kuliner Kulon Bistro resmi memperluas jangkauan operasionalnya ke kawasan pariwisata Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.

Pembukaan unit usaha anyar ini menjadi langkah strategis manajemen untuk menangkap peluang pertumbuhan arus wisatawan yang terus meningkat di bagian selatan Pulau Lombok tersebut. Asst. Marcomm Manager, Rizal Azmi, mengatakan restoran tersebut mmang sedang melakuukan grand opening.

“Kebetulan kita yang untuk restonya ini kita lagi grand opening. Jadi kami ada dua opening sebenarnya. Ada yang grand opening dan ada yang reopening,” ujarnya kepada NTBSatu pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

IKLAN

Kehadiran restoran ini menargetkan pasar yang seimbang antara wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik. Kendati menyasar pelancong asing, pengelola menetapkan struktur harga yang tetap ramah bagi kantong pengunjung lokal.

Restoran menyediakan variasi hidangan tradisional yang beragam, seperti Ayam Taliwang, Ayam Merangkat Sasak, Ikan Bakar Mandalika, hingga Sate Ayam Urap Narmada.

Jaga Cita Rasa Asli Nusantara

Rizal menegaskan dapur restoran tidak mengubah formulasi resep demi menyesuaikan selera tamu asing. Seluruh olahan kuliner tetap mempertahankan resep autentik khas Nusantara guna memberikan pengalaman kuliner asli daerah bagi para pengunjung.

IKLAN

​”Jadi sebenarnya yang kami targetkan itu bukan untuk menyesuaikan lidah bule. Tapi memang kita masak memang pure rasa Indonesia. Karena yang kami rasakan, bule-bule yang datang ke sini itu datang untuk mencoba cita rasa Indonesia,” ujarnya.

​Guna menjaga konsistensi rasa masakan, Rizal mengaku restoran memberdayakan juru masak lokal asal Lombok. Keterlibatan tenaga kerja lokal memastikan pengolahan menu tradisional, seperti Ayam Bakar Taliwang dan Ayam Parang, dibuat langsung oleh chef yang memahami karakter olahan daerah asalnya.

Di samping itu, Rizal meyakini keaslian rasa justru menjadi daya tarik utama bagi wisatawan asing yang berkunjung ke kawasan pesisir pantai Mandalika.

​Selain sajian utama olahan daging dan hasil laut, variasi hidangan penutup dan minuman juga melengkapi pilihan pengunjung. Pengunjung dapat menikmati sajian penutup tradisional seperti Bubur Injin Putri Nyale dan Panna Cotta Cendol, serta minuman penyegar seperti Cucumber Ginger Cooler dan Lemongrass Cooler.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Kawasan Mandalika menunjukkan dinamika pergerakan tamu yang lebih beragam dibanding kawasan pariwisata lain seperti Senggigi. Rizal menilai potensi pengembangan ekonomi di kawasan pariwisata selatan ini masih sangat panjang mengingat pengembangannya yang terbilang baru.

Pertumbuhan tingkat hunian hotel dan fasilitas pendukung pariwisata membuka peluang pasar yang besar bagi sektor kuliner.

“Kami berharapnya sih akan terus meningkatkan okupansi dan pendapatan orang-orang sini sih. Jadi untuk menekan entah itu UMKM atau pengusaha-pengusaha area sini,” tuturnya.

Selain menyajikan hidangan utama, Kulon Bistro melengkapi fasilitasnya dengan area tenant kuliner pendukung di bagian depan. Konsep ini menjadikan kawasan restoran tidak hanya berfungsi sebagai tempat makan, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi bisnis.

Integrasi konsep tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem pariwisata di sekitar pantai Mandalika sekaligus menggerakkan roda perekonomian para pelaku usaha UMKM sekitar.

Strategi pemasaran digital juga terus digencarkan untuk memperluas jangkauan pasar dan menarik kunjungan ke lokasi usaha. Rizal juga menggaet pembuat konten dan influencer media sosial untuk mengenalkan fasilitas destinasi kuliner ini kepada masyarakat luas.

Langkah promosi tersebut diharapkan dapat mendorong tingkat kunjungan wisatawan lokal maupun luar daerah secara konsisten dalam jangka panjang. (*)

Artikel Terkait