Farin Terpilih sebagai Ketua Karang Taruna NTB, Fokus Perkuat Pemberdayaan Pemuda
Mataram (NTBSatu) – Nauvar Furqani Farinduan resmi terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Provinsi NTB periode 2026-2031. Farin terpilih dalam Temu Karya VI Karang Taruna Provinsi NTB, Sabtu, 3 Oktober 2026.
“Pertama, dalam Temu Karya VI tadi terbentuk tim formatur, saya sebagai ketua (Karang Taruna NTB),” kata Farin, sapaan akrab Nauvar Furqani Farinduan, kepada NTBSatu.
Farin menyampaikan, pasca pelaksanaan Temu Karya VI, ia bersama tim formatur terpilih mulai menyiapkan langkah strategis. Salah satunya, menyusun kepengurusan lengkap sebelum diajukan untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK). Tenggat wakunya maksimal 30 hari.
Setelah kepengurusan terbentuk dan mendapatkan SK, pihaknya akan melaporkan kepengurusan tersebut kepada pembina utama, yakni Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal serta para pembina teknis terkait.
“Setelah kepengurusan lengkap, dokumen tersebut akan segera diajukan untuk memperoleh penetapan kepengurusan Pengurus Provinsi Karang Taruna NTB. Setelah itu baru pelantikan,” jelasnya.
Setelah pelantikan, lanjut dia, Karang Taruna NTB akan mempersiapkan Rapat Kerja Daerah (Rakerda). Forum tersebut akan menjadi ruang untuk menyelaraskan ide, gagasan, dan program organisasi dengan program serta visi-misi pemerintah.
“Kami akan melakukan Rakerda untuk menyelaraskan konsep, ide dan gagasan, baik yang sudah pernah dilakukan maupun yang akan dilakukan. Kemudian kami sambungkan dengan program-program pemerintah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” katanya.
Menurutnya, penyelarasan tersebut penting agar Karang Taruna dapat berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam melakukan pemberdayaan generasi muda, khususnya yang berada di desa dan kecamatan.
Ia menilai Karang Taruna memiliki posisi strategis karena merupakan salah satu organisasi kepemudaan yang keberadaannya bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat bawah.
“Ujung dari kerja-kerja Karang Taruna adalah melakukan pemberdayaan generasi muda yang ada di desa dan kecamatan, yang memiliki interaksi strategis langsung kepada masyarakat,” ujarnya.
Identifikasi Persoalan Strategis Pemuda
Terkait langkah konkret setelah terpilih, ia mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu melakukan identifikasi terhadap sejumlah persoalan strategis yang dihadapi masyarakat dan generasi muda di NTB.
Identifikasi itu akan dilakukan bersama para ketua Karang Taruna di tingkat kabupaten/kota. Persoalan yang diprioritaskan nantinya adalah masalah yang dinilai dapat dijawab melalui kolaborasi dengan program pemerintah.
“Kami akan melakukan identifikasi terhadap beberapa permasalahan strategis. Mungkin tidak semua permasalahan, tetapi permasalahan yang kira-kira bisa dijawab dengan program-program pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten,” jelasnya.
Hasil identifikasi tersebut kemudian akan dibahas bersama dalam forum organisasi dan dikomunikasikan dengan Pemerintah Provinsi NTB untuk mencari bentuk kolaborasi yang tepat.
Ia menegaskan, Karang Taruna tidak dapat bekerja sendiri. Karena itu, sinergi dengan pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting dalam menjalankan program organisasi.
“Karang Taruna tidak berdiri sendiri. Ini memang organisasi, tetapi kami ingin membangun kolaborasi dan komunikasi dengan pemerintah provinsi secara khusus,” jelasnya.
Ingin Berkontribusi bagi Pemuda
Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB ini membeberkan, alasannya terjun dan mengambil peran dalam Karang Taruna. Ia mengatakan, keputusan tersebut didorong oleh pandangan bahwa organisasi tersebut memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat, terutama di tingkat desa dan dusun.
Di tengah kebutuhan akan kolaborasi dan penguatan jaringan, ia melihat adanya ruang bagi dirinya bersama jajaran Karang Taruna untuk memberikan kontribusi bagi generasi muda.
“Saya melihat Karang Taruna memiliki peran strategis dan dampaknya bisa dirasakan secara langsung di desa maupun dusun. Saya secara pribadi melihat saya bisa memberikan kontribusi aktif bersama rekan-rekan Karang Taruna,” tutupnya. (*)




