Kabupaten Bima

Jalan Rusak di Teta Bima, Kecelakaan Hampir Setiap Hari hingga Makan Korban Jiwa

Bima (NTBsatu) – Kondisi jalan rusak di Desa Teta, Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali menjadi sorotan. Warga meminta pemerintah segera melakukan penanganan karena kondisi jalan dinilai semakin membahayakan pengguna kendaraan.

Kerusakan jalan tersebut sebelumnya mendorong warga Desa Teta mengambil langkah swadaya dengan melakukan pengaspalan sendiri pada sejumlah titik jalan.

Aksi warga itu kemudian viral di media sosial dan berlanjut dengan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Bima.

IKLAN

Massa yang mengatasnamakan Aliansi Persatuan Pemuda dan Masyarakat Lambitu meminta pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap kondisi jalan di wilayah mereka.

Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan peninjauan. Tetapi segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki ruas jalan yang selama ini masyarakat gunakan untuk menjalankan berbagai aktivitas.

Salah seorang warga Desa Teta, Nurjanah mengatakan, kondisi jalan yang rusak perlu segera mendapatkan perhatian pemerintah, terlebih sebentar lagi masyarakat akan memasuki musim hujan.

IKLAN

Menurutnya, hujan dapat memperparah kondisi jalan karena menggeser tanah pada sejumlah bagian yang sudah labil.

“Kalau bisa diperbaiki secepatnya, mengingat sebentar lagi mau masuk musim hujan. Takutnya tambah parah,” ujar Nurjanah kepada NTBsatu, Sabtu 3 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, kerusakan jalan tidak hanya berupa lubang. Pergeseran tanah juga berpotensi memicu longsor atau membuat badan jalan amblas saat hujan.

Kondisi tersebut, kata dia, membuat masyarakat khawatir saat melintasi ruas jalan tersebut, terutama pengendara sepeda motor.

Nurjanah juga menyebut kecelakaan di lokasi jalan rusak tersebut cukup sering terjadi. Ia mengaku kejadian pengendara terjatuh hampir terjadi setiap hari. “Setahu saya orang jatuh di situ sering,” katanya.

Ia juga menyebut, ada warga Desa Teta, Kecamatan Lambitu mengalami kecelakaan saat mengendarai sepeda motor. Akibat kecelakaan ini membuat korban mengalami luka serius.

“Awalnya jatuh di situ, sekitar dua minggu lalu meninggal dunia,” ucapnya menegaskan.

PUPR Turun Cek Jalan Teta

Keluhan warga itu kemudian mendapat respons dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bima. Tim PUPR bersama Camat Lambitu turun langsung ke Desa Teta untuk melihat kondisi jalan dan saluran drainase.

Dalam peninjauan tersebut, petugas melakukan pengukuran pada sejumlah titik jalan dan memberikan tanda atau patokan sebagai bagian dari proses pemeriksaan lapangan.

PUPR juga melakukan pembersihan bahu jalan serta mengecek saluran drainase. Langkah tersebut dinilai penting karena buruknya saluran air dapat mempercepat kerusakan badan jalan ketika musim hujan tiba.

“Iya datang melakukan pengukuran dan memasang patokan jalan,” terang Nurjanah.

Sekedar informasi, pemerintah daerah melalui PUPR juga telah menyampaikan bahwa penanganan jalan secara permanen di wilayah Lambitu direncanakan melalui anggaran tahun 2027.

Artinya, sembari menunggu program perbaikan permanen tersebut, penanganan darurat di lapangan menjadi penting untuk mencegah kerusakan semakin meluas.

Bagi warga Desa Teta, perbaikan jalan bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan berkendara, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat. (MSR)

Artikel Terkait