Kota Mataram

Mataram Menuju Kota Bebas Timbunan Sampah

Mataram (NTBSatu) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram menargetkan pengelolaan sampah tanpa timbunan. Seluruh tempat penampungan sampah (TPS) konvensional resmi berhenti beroperasi.

Enam titik TPS kini berfungsi sebagai lokasi pengangkutan langsung menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Lombok Barat.

Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi menjelaskan, sistem baru ini membuat kawasan lebih bersih dan tertata. Petugas roda tiga mengangkut sampah dari permukiman, kemudian memindahkannya ke dump truk yang disiagakan pada titik tertentu. Sampah langsung dibawa ke TPA tanpa menumpuk.

IKLAN

Perubahan pola kerja ini menekan biaya operasional. DLH tidak lagi membutuhkan alat berat untuk mengurai timbunan. “Sampah langsung naik ke dump truk, tidak ada sisa,” jelas Denny, Senin, 15 Juni 2026.

Sandubaya menjadi contoh nyata. Lokasi yang sempat menampung hingga 10.000 ton sampah kini tinggal sekitar 4.000 ton. DLH menargetkan, seluruh sisa segera terangkut agar kawasan benar-benar bebas timbunan. Penurunan volume sampah ini menunjukkan efektivitas sistem baru sekaligus mengurangi beban lingkungan.

Selain efisiensi biaya, kebijakan ini membawa dampak langsung bagi warga. Lingkungan permukiman lebih rapi, bebas bau, dan aman dari risiko kesehatan. Warga tidak lagi menghadapi pemandangan tumpukan sampah yang menurunkan kualitas hidup.

IKLAN

DLH menilai, keberhasilan sistem ini bergantung pada kedisiplinan operasional. Petugas harus memastikan sampah dari roda tiga segera dipindahkan ke dump truk sesuai jadwal. Dengan pola kerja teratur, sampah tidak sempat mengendap.

Enam titik TPS yang kini berfungsi sebagai lokasi pengangkutan langsung berada di Bintaro, Lawata, Pagutan, depan Universitas 45 Cakranegara, Karang Baru, dan Sandubaya. Semua titik tersebut menjadi bagian dari strategi menuju kota bebas timbunan.

“DLH optimis target bebas timbunan sampah dapat tercapai dalam waktu dekat, dengan sistem pengangkutan langsung, Kota Mataram berangsur menuju wajah baru. Kota lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi masyarakat,” pungkas Denny. (*)

Artikel Terkait