Dosen Universitas Bumigora Berdayakan UD Karomah melalui Teknologi Tepat Guna dan Kemasan Inovatif
Mataram (NTBSatu) – Universitas Bumigora (UBG) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang didanai melalui Hibah BIMA 2026 skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kegiatan tersebut mengangkat judul “Pemberdayaan Usaha Melalui Penerapan Alat Teknologi Tepat Guna dan Pengemasan Inovatif untuk Meningkatkan Daya Saing Produk pada Kelompok Usaha Mandiri Kerupuk Kulit UD. Karomah”. Kegiatan dilaksanakan bersama mitra usaha kerupuk kulit UD. Karomah yang berlokasi di Kelurahan Seganteng Subagan, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram.
Tim pelaksana kegiatan merupakan dosen dari Program Studi Bisnis Digital dan Program Studi Manajemen Universitas Bumigora, dengan fokus utama pada peningkatan kapasitas usaha melalui penerapan teknologi tepat guna dan pengembangan kemasan produk yang inovatif.
Ketua pelaksana kegiatan, Rina Komala, S.Sos., M.Ak., menjelaskan, kegiatan ini berangkat dari hasil observasi dan wawancara langsung dengan mitra untuk mengidentifikasi kondisi serta permasalahan yang dihadapi UD. Karomah.
“UD. Karomah merupakan usaha kerupuk kulit yang telah dijalankan secara turun-temurun. Namun, seiring perkembangan usaha dan meningkatnya persaingan, mitra menghadapi kendala dalam meningkatkan kapasitas produksi. Keterbatasan peralatan produksi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan jumlah produksi belum mampu memenuhi peningkatan permintaan pasar,” jelas Rina.
Selama ini, UD. Karomah masih mengandalkan empat kompor semawar dalam proses produksi. Kondisi tersebut menjadi kendala ketika terjadi peningkatan pesanan karena kapasitas produksi menjadi terbatas. Selain itu, proses pengeringan kulit sapi masih dilakukan secara konvensional dengan mengandalkan sinar matahari.
“Pengeringan yang masih bergantung pada kondisi cuaca menyebabkan proses produksi tidak selalu dapat berjalan optimal. Pada saat musim hujan, misalnya, waktu pengeringan menjadi lebih lama sehingga berdampak terhadap kontinuitas produksi,” lanjutnya.
Kondisi tersebut pada akhirnya berpengaruh terhadap kemampuan UD. Karomah dalam meningkatkan omzet dan daya saing produknya. Karena itu, kegiatan pengabdian ini dirancang tidak hanya untuk memberikan pelatihan, tetapi juga melakukan penerapan langsung teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan usaha mitra.
Tingkatkan Kapasitas Produksi melalui Teknologi Tepat Guna

Salah satu fokus utama kegiatan adalah memberikan pelatihan dan pendampingan dalam penggunaan sejumlah peralatan teknologi tepat guna, yaitu kompor semawar, mesin pengering kulit sapi, dan timbangan digital.
Kompor semawar berbahan bakar LPG bertekanan tinggi yang digunakan dalam kegiatan dirancang untuk kebutuhan produksi usaha kecil dan menengah. Penggunaan peralatan tersebut diharapkan dapat membantu mitra meningkatkan efisiensi proses pengolahan bahan baku sekaligus meningkatkan kapasitas produksi kerupuk kulit.
Selain itu, mitra mendapatkan fasilitas dan pelatihan penggunaan mesin pengering kerupuk kulit berbahan bakar LPG dengan kapasitas muat sekitar 80–100 kilogram. Mesin tersebut menggunakan bahan stainless steel dan dirancang untuk menghasilkan tingkat kelembaban kulit sapi sekitar ≤8–10 persen sehingga proses pengeringan dapat dilakukan secara lebih terkontrol dan tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi cuaca.
Teknologi berikutnya adalah timbangan digital berkapasitas 30 kilogram yang dilengkapi alas stainless steel. Timbangan berbasis sensor load cell tersebut digunakan untuk membantu mitra memperoleh hasil penimbangan yang lebih akurat dan konsisten, khususnya dalam menentukan berat bersih produk sebelum dikemas.
“Penggunaan timbangan digital penting untuk memastikan keseragaman berat produk. Dengan berat yang lebih akurat dan konsisten, konsumen mendapatkan produk sesuai dengan informasi berat bersih yang tercantum pada kemasan,” ungkap Rina.
Kemasan Inovatif untuk Tingkatkan Daya Saing Produk
Selain permasalahan produksi, hasil identifikasi tim juga menemukan adanya kebutuhan peningkatan pada aspek pemasaran, khususnya dari sisi tampilan dan kualitas kemasan produk.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim Universitas Bumigora memberikan pelatihan pembuatan desain kemasan inovatif dengan memanfaatkan aplikasi Canva. Mitra diberikan pemahaman mengenai desain kemasan yang aman, menarik, informatif, serta sesuai dengan karakteristik pasar.
Hasil desain kemudian diterapkan pada kemasan standing pouch berbahan paper kraft yang dilapisi aluminium foil (alufoil) dan PE. Penggunaan jenis kemasan tersebut diharapkan dapat memberikan tampilan produk yang lebih modern sekaligus meningkatkan perlindungan produk sehingga lebih layak dipasarkan dalam pasar yang semakin kompetitif.
“Produk UMKM tidak hanya harus memiliki kualitas yang baik, tetapi juga membutuhkan kemasan yang mampu membangun daya tarik dan kepercayaan konsumen. Karena itu, kami tidak hanya memberikan alat produksi, tetapi juga mendorong mitra untuk melakukan inovasi dari sisi kemasan dan pemasaran,” kata Rina.
Menurutnya, perpaduan antara peningkatan kapasitas produksi dan inovasi kemasan diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan daya saing UD. Karomah. Produk yang mampu diproduksi secara lebih efisien, memiliki berat yang konsisten, serta dikemas secara lebih menarik akan memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menghadirkan hasil pendidikan dan pengetahuan perguruan tinggi agar dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi dosen Program Studi Bisnis Digital dan Program Studi Manajemen Universitas Bumigora, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong transformasi usaha tradisional menjadi usaha yang lebih produktif, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.
Penerapan teknologi tepat guna serta pengemasan inovatif diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat terus dimanfaatkan oleh UD. Karomah dalam menjalankan aktivitas produksinya secara berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata bagi mitra, baik dalam meningkatkan kapasitas produksi, efisiensi proses, kualitas pengemasan, maupun omzet penjualan. Ini juga menjadi bukti bahwa Universitas Bumigora berkomitmen untuk hadir dan memberikan dampak bagi masyarakat melalui kegiatan pengabdian yang berbasis pada kebutuhan nyata di lapangan,” pungkas Rina.
Dengan adanya pendampingan dan penerapan teknologi tersebut, UD. Karomah diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas jangkauan pasar, serta membangun daya saing produk kerupuk kulit sebagai salah satu produk usaha masyarakat Kota Mataram. (*)




