Kota Mataram

Dukung Program Desa Berdaya, Pagesangan Barat Fokuskan Penguatan Lingkungan dan Mandiri Pangan

Mataram (NTBSatu)Kelurahan Pagesangan Barat, Kecamatan Mataram, mendapat kucuran dana senilai Rp300 juta dari program Desa Berdaya.

Lurah Pagesangan Barat, Putri Aydul Sakinah menyampaikan, pihaknya akan memfokuskan anggaran tersebut pada dua tema strategis mendesak. Di antaranya: sektor lingkungan (penanganan sampah) dan ketahanan pangan tingkat rumah tangga.

Menurutnya, program Desa Berdaya memberikan ruang bagi kelurahan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat langsung dari tingkat bawah.

IKLAN

“Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi program Desa Berdaya dari Pak Gubernur ini. Sesuai hasil koordinasi, pembangunan memang harus kita fokuskan mulai dari tingkat bawah. Mulai dari desa dan kelurahan, karena perputaran ekonomi bermula dari sana,” ujar Putri pada NTBSatu, Jumat, 29 Mei 2026.

Kegiatan program Desa Berdaya telah dikunci pada tiga tema utama (Ketahanan Pangan, Lingkungan, dan Pariwisata). Kelurahan Pagesangan Barat mengambil langkah taktis dengan memprioritaskan isu lingkungan yang menjadi masalah klasik perkotaan.

“Desa Berdaya ini sudah memiliki tiga tema, strategis. Nanti kami akan fokuskan ke isu lingkungan. Termasuk pengelolaan sampah dan ketahanan pangan, sekaligus mendukung program Presiden,” ucapnya.

IKLAN

Tambah Dua Armada Sampah

Lewat suntikan dana ini, Putri siap menambah dua armada pengangkut sampah dan sembilan puluh titik di wilayahnya.

“Jadi, di Desa Berdaya anggaran yang diberikan provinsi itu, selain sembilan puluh titik Tempah Dedoro, saya juga mengajukan dua armada baru, sama juga Kelompok Wanita Tani itu tadi untuk ketahanan pangan. Jadi, sesuai dengan kebutuhan kelurahan saya,” imbuhnya.

Melalui wacana ini, Putri menyebut akan ada 130 titik Tempah Dedoro di Pagesangan Barat. Ia berharap, dapat membantu menekan jumlah sampah organik yang berakhir ke TPA.

“Nanti sasaran kami akan lebih banyak lagi yang akan kita buatkan tempat dedoro. Sehingga ke depannya nanti masyarakat bisa mengelola sampahnya itu sendiri dari rumah. Jadi berkurang sampah yang akan ke TPA,” jelas Putri.

Putri menyebut, akan mendistribusikan bibit tanaman produktif secara langsung ke warga agar setiap kepala keluarga memiliki kemandirian pangan dasar secara mandiri.

“Nah, ini juga tentu untuk mendukung kekuatan ketahanan pangan dari masing-masing rumah, ya. Jadi, bagaimana ibu-ibu bisa menanam cabai mulai dari rumahnya untuk menekan inflasi dan lain-lain. Karena mulai dari sinilah kemandirian pangan itu,” tutupnya. (*)

Muhammad Yamin

Jurnalis NTBSatu

Artikel Terkait

Back to top button