Seorang Wanita Paruh Baya Melompat dari KMP Belida Rute Kayangan – Poto Tano
Sumbawa Barat (NTBSatu) — Peristiwa kecelakaan laut di perairan Selat Alas mengejutkan publik. Seorang wanita paruh baya nekat menerjunkan diri ke laut dari atas Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Belida Rute Kayangan – Poto Tano pada Sabtu malam, 20 Juni 2026.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 22.50 Wita. Saksi mata meyakini korban sengaja melompat saat kapal ferry tengah berlayar membelah jalur penyeberangan laut setempat.
KMP Belida mengalami peristiwa ini saat tengah menempuh rute pelayaran dari Pelabuhan Kayangan, Kabupaten Lombok Timur. Sesuai jadwal awal, kapal motor tersebut akan merapat menuju Pelabuhan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat.
Merespons kejadian membahayakan tersebut, nakhoda KMP Belida segera mengambil tindakan penyelamatan cepat. Pihak kapal memutuskan untuk menunda proses sandar di dermaga tujuan guna mencari keberadaan korban.
Kru kapal langsung memutar haluan guna melakukan manuver pencarian di sekitar lokasi kejadian. Upaya penyisiran dilakukan di titik koordinat yang diduga kuat menjadi lokasi jatuhnya penumpang wanita tersebut.
Polsek Dalami Identitas Korban
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Poto Tano, Ipda Rino membenarkan adanya laporan mengenai insiden penumpang yang melompat ke laut. Pihak kepolisian sektor setempat kini terus bergerak memantau perkembangan situasi di perairan.
“Informasi mengenai kejadian tersebut memang benar adanya,” ujar Ipda Rino kepada NTBSatu, Sabtu, 20 Juni 2026.
Ipda Rino menjelaskan, prioritas utama petugas saat ini adalah memantau jalannya evakuasi dan pencarian korban. Terkait identitas resmi penumpang tersebut, pihak kepolisian mengaku belum menerima data manifes secara rinci.
“Mengenai identitas atau nama korban, hingga saat ini belum berhasil teridentifikasi. Seluruh tim di lapangan masih fokus melakukan upaya pencarian di laut,” tambahnya.
Terkait motif maupun kronologi detail dari saksi mata, pihak kepolisian belum bisa menggali keterangan lebih dalam. Hal tersebut disebabkan oleh posisi KMP Belida yang masih tertahan di tengah laut untuk melakukan penyisiran.
“Kapal belum sempat bersandar di pelabuhan, sehingga kami belum bisa meminta keterangan dari para saksi. Setelah kapal merapat di dermaga, kami akan segera memeriksa saksi-saksi untuk mengetahui kronologi lengkapnya,” pungkasnya. (*)




