GANAS Lombok Timur Tolak Kedatangan Agam, Minta Setop Eksploitasi Isu Rinjani
Mataram (NTBSatu) – Gerakan Advokasi Nusantara (GANAS) Lombok Timur menyatakan penolakan rencana kedatangan kembali Agam Rinjani bersama tim kreator Panji petualang. Sebelumnya, mereka berencana melakukan liputan khusus di Gunung Rinjani dalam waktu dekat.
Mereka menilai, rencana dokumentasi memperingati satu tahun penyelamatan pendaki asing, Juliana, kental akan eksploitasi digital dan mengaburkan fakta sejarah evakuasi.
Perwakilan GANAS Lotim, Royall Sembahulun, meluapkan kekecewaannya terhadap kedatangan Agam Rinjani, setelah setahun sempat menghilang.
“Tentunya kami kecewa. Tiba-tiba setahun menghilang, dan sekarang ingin datang untuk memamerkan dirinya. Bahwa orang yang paling berjasa di dalam penyelamatan Juliana,” ujarnya, mengutip Facebook Royall Sembahulun, Jumat, 19 Juni 2026.
Royall menilai, rencana memproduksi ulang momentum penyelamatan tersebut dengan sematan narasi tunggal, seperti “Pawang Rinjani” atau “Pahlawan Rinjani”. Gelar secara personal tersebut secara tidak langsung mengabaikan kerja keras kolektif tim di lapangan.
Gugatan Terhadap Klaim Kepahlawanan Tunggal
Penolakan dari Ganas Lotim ini mencuat setelah publik mengetahui rencana kolaborasi antara pembuat konten Panji Petualang dan Agam Rinjani. Mereka berencana membuat tayangan khusus setahun pasca evakuasi Juliana.
Bagi komunitas lokal, langkah ini memicu polemik etis mengenai batasan moral para pembuat konten. Terutama dalam mengomersialkan insiden kemanusiaan di alam liar.
Selain itu, Royall meluruskan bahwa operasi penyelamatan yang berlangsung dramatis dan penuh risiko setahun lalu merupakan kerja sama tim. Catatan di lapangan menunjukkan setidaknya ada tujuh orang relawan yang bertaruh nyawa. Mereka turun langsung ke medan yang sangat sulit demi mengangkat korban.
Oleh sebab itu, Ganas Lotim menyayangkan sikap pihak yang sempat mengabaikan isu ini selama setahun. Namun tiba-tiba muncul kembali untuk mengeksploitasi momentum tersebut demi mendongkrak popularitas personal dan meraup keuntungan.
Transparansi Publik dan Batasan Moral Konten
Di samping persoalan klaim sepihak atas jalannya evakuasi, Ganas Lotim juga menyoroti aspek akuntabilitas keuangan yang sempat bergulir.
Royall menyatakan, ada tanggung jawab moral dan keterbukaan informasi yang belum tuntas mengenai pengelolaan dana donasi. Termasuk dari para donasi individu atau lembaga pengumpul dana yang bergerak atas nama insiden kemanusiaan Juliana.
Selanjutnya, polemik ini bukan sekadar urusan materi atau perebutan panggung di media sosial. Ini adalah persoalan prinsip mengenai cara menghormati aksi kemanusiaan tanpa menjadikannya konten.
“Kita tidak berbicara seolah-olah hanya materi, tapi kita berbicara moral dan etika. Di mana ketika kamu mendapatkan materi yang berlimpah lalu menghilang. Terus sekarang ingin kembali dengan jargon sang Pawang Rinjani dan Pahlawan Rinjani untuk mengangkat dirimu sendiri,” tegasnya.
Oleh karena itu, atas pertimbangan moral dan etika, GANAS Lotim secara resmi menolak agenda liputan khusus yang menurutnya bias fakta tersebut.
Royall berharap penolakan ini sebagai pelajaran bersama agar setiap aktivitas dokumentasi di kawasan konservasi Rinjani tetap menjunjung tinggi kejujuran, kearifan lokal, dan menghargai perjuangan kolektif tim penolong. (*)




