Advertorial

303 Petugas Dikerahkan, BPS Mataram Pastikan Sensus Ekonomi 2026 Akurat dan Menyeluruh

Mataram (NTBSatu) – Upaya menghadirkan kebijakan pembangunan lebih tepat sasaran berbasis data kembali diperkuat melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. 

Program ini menjadi instrumen penting menyediakan data statistik menyeluruh terkait struktur serta aktivitas ekonomi masyarakat.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram, Mohammad Reza Nugraha Kusumowinoto, menyampaikan Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting memperkuat kualitas data ekonomi daerah.

IKLAN

“Data akurat menjadi dasar utama penyusunan kebijakan. Melalui Sensus Ekonomi 2026, kami ingin memastikan seluruh aktivitas ekonomi tercatat dengan baik agar pemerintah memiliki gambaran utuh dalam pengambilan keputusan,” ujarnya, Minggu, 21 Juni 2026.

Sebanyak 303 petugas diterjunkan guna melaksanakan pendataan seluruh wilayah Kota Mataram. Proses sensus berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan sasaran pelaku usaha skala besar, menengah, mikro, serta kecil.

Gunakan Metode CAWI

Untuk pelaku usaha besar, pendataan menggunakan metode Computer Assisted Web Interviewing (CAWI). Sementara usaha menengah, mikro, serta kecil, petugas melakukan pendataan langsung melalui metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) dengan mendatangi lokasi usaha maupun tempat tinggal pelaku usaha.

IKLAN

Sensus Ekonomi 2026 mencakup seluruh sektor kegiatan ekonomi, kecuali kategori Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, serta Jaminan Sosial Wajib, juga aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja serta kegiatan produksi untuk kebutuhan sendiri.

Tiga tujuan utama pelaksanaan sensus ini meliputi penyediaan data struktur ekonomi, karakteristik usaha, serta informasi terkait ekonomi digital dan ekonomi lingkungan. Data tersebut diharapkan menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan, baik level daerah maupun nasional.

Melalui hasil Sensus Ekonomi 2026, pemerintah diharapkan mampu merumuskan kebijakan lebih efektif. Kemudian mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, memperkuat daya saing daerah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Reza menyampaikan hingga saat ini persiapan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Meski demikian, tantangan tetap muncul terutama pada tingkat partisipasi masyarakat.

 “Sejauh ini tidak ada kendala besar. Namun pada beberapa kasus, masyarakat kurang kooperatif saat pendataan. Untuk itu kami berkoordinasi bersama kepala lingkungan serta pemerintah setempat agar proses sensus berjalan lancar,” jelasnya.

Ia menambahkan, dukungan masyarakat menjadi faktor penting agar data yang dihasilkan benar-benar akurat serta mencerminkan kondisi riil lapangan. (*)

Artikel Terkait