Lombok TimurPariwisata

TNGR Tingkatkan Patroli dan Gelar Aksi Bersih di Jalur Pendakian Jelang 17 Agustus

Lombok Timur (NTBSatu) – Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) meningkatkan patroli dan menggelar aksi bersih kawasan konservasi menjelang Hari Kemerdekaan, 17 Agustus. Langkah tersebut untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas pendakian sekaligus menjaga kebersihan kawasan Gunung Rinjani selama Agustus.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR, Astekita Ardraristo mengatakan, pihaknya mendapat tugas melaksanakan aksi bersih kawasan konservasi sebagai bagian dari Gerakan Nasional 8 Aksi Kehutanan untuk Indonesia Merdeka yang digagas Kementerian Kehutanan.

Program itu berlangsung serentak di 17 taman nasional di Indonesia dengan target melibatkan 1.945 peserta dan membersihkan kawasan konservasi sepanjang 81 kilometer.

IKLAN

Menurut Astekita, TNGR tidak memulai kegiatan tersebut dari nol. Selama ini, petugas bersama komunitas pecinta alam dan relawan sudah rutin melakukan aksi bersih kawasan konservasi.

Momentum menjelang 17 Agustus hanya menjadi penguat agar semakin banyak pihak ikut menjaga kebersihan Gunung Rinjani.

“Kalau di Rinjani sebenarnya kegiatan bersih kawasan sudah menjadi rutinitas. Momentum Agustusan ini memperkuat kegiatan yang memang sudah berjalan bersama komunitas dan relawan,” ujarnya, Kamis, 6 Agustus 2026.

Sejumlah komunitas telah menyusun agenda di kawasan Rinjani selama Agustus. Garuda Keadilan akan menggelar aksi bersih gunung di jalur Sembalun pada 11–14 Agustus.

Mapala Universitas Hamzanwadi juga akan mengadakan kampanye pelestarian satwa dan edukasi lingkungan di jalur Sembalun-Torean pada 11–15 Agustus. Selain itu, sejumlah komunitas juga akan menggelar penanaman pohon serta kegiatan Rinjani Merah Putih untuk menyambut peringatan Hari Kemerdekaan.

Tambah Intensitas Patroli

Menghadapi rangkaian kegiatan tersebut, TNGR menambah intensitas patroli di jalur pendakian. Petugas tidak hanya berjaga untuk mengantisipasi keadaan darurat, tetapi juga mengawasi kebersihan kawasan mulai dari pintu masuk, jalur pendakian, Pelawangan hingga Danau Segara Anak.

Pihak TNGR terus mengingatkan pendaki, porter, dan pemandu wisata untuk membawa turun seluruh sampah yang mereka hasilkan selama pendakian.

Astekita menjelaskan, edukasi kepada pendaki tetap menjadi strategi utama menjaga kawasan konservasi. Menurutnya, petugas di lapangan setiap hari mengingatkan pengunjung agar mematuhi aturan pendakian, termasuk kewajiban membawa kembali sampah masing-masing.

“Petugas kami setiap hari tidak hanya berjaga, tetapi juga mengedukasi pendaki dan ikut membersihkan kawasan. Menjaga kebersihan Rinjani tidak bisa hanya mengandalkan petugas, tetapi juga membutuhkan kesadaran seluruh pendaki,” katanya.

Ia berharap, meningkatnya kunjungan selama libur Agustusan tidak diikuti dengan bertambahnya sampah di jalur pendakian.

TNGR mengajak seluruh pendaki menjadikan momentum Hari Kemerdekaan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian kawasan konservasi, bukan hanya melalui upacara di puncak, tetapi juga dengan meninggalkan Rinjani dalam kondisi tetap bersih. (*)

Artikel Terkait