Polantas Bansos Jadi Solusi Keluhan Warga di Monjok Timur Kota Mataram
Mataram (NTBSatu) – Bantuan sosial yang tak kunjung cair, kesalahan data penerima, hingga ketidaksesuaian sasaran masih menjadi keluhan warga di Kelurahan Monjok Timur.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Kelurahan Monjok Timur, Kecamatan Sandubaya, menghadirkan Pos Layanan Pengaduan Permasalahan Bantuan Sosial (Polantas Bansos).
Polantas Bansos menjadi tempat bagi warga untuk mencari informasi, berkonsultasi, sekaligus menyampaikan berbagai persoalan terkait program bantuan sosial pemerintah.
Lurah Monjok Timur, Sumanto, mengatakan pihaknya membentuk Polantas Bansos agar warga lebih mudah mendapatkan penjelasan dan solusi atas berbagai persoalan bansos.
“Masih banyak warga yang bingung saat menghadapi masalah bantuan sosial. Ada yang belum menerima bantuan, ada yang menemukan kesalahan data, bahkan ada yang merasa layak menerima bantuan tetapi belum masuk daftar penerima. Karena itu kami menghadirkan Polantas Bansos sebagai ruang konsultasi dan pengaduan,” ujarnya, Minggu, 21 Juni 2026.
Polantas Bansos sudah berjalan sejak 2024
Sumanto menjelaskan, Polantas Bansos membuka layanan setiap Kamis di Kantor Lurah Monjok Timur. Pos layanan tersebut melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), dan operator.
Ia menyebut, pihaknya telah menyebarluaskan informasi tentang layanan tersebut melalui kepala lingkungan, ketua RT, kader, dan media sosial.
“Kami ingin warga tahu bahwa sekarang ada tempat untuk bertanya dan menyampaikan persoalan bansos. Jadi, mereka tidak perlu bingung mencari informasi atau menunggu tanpa kepastian,” katanya.
Menurut Sumanto, sejumlah persoalan masih muncul dalam penyaluran bansos. Warga sering mengeluhkan data penerima yang tidak sesuai, bantuan yang belum diterima, hingga kategori desil yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
Karena itu, Polantas Bansos hadir untuk menjembatani kebutuhan warga dengan pemerintah sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang muncul.
“Kalau ada bantuan yang belum cair atau kendala lain, warga bisa langsung datang. Petugas akan mengecek data, memberikan penjelasan, dan membantu mencarikan jalan keluar sesuai persoalan yang dihadapi,” jelasnya.
Sumanto menuturkan, Polantas Bansos sudah berjalan sejak 2024. Tahun ini, pihaknya mengajukan inovasi tersebut ke Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Mataram agar bisa menjadi contoh bagi kelurahan lain.
Ia menilai, kehadiran Polantas Bansos memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Antusiasme warga setiap kali layanan dibuka menjadi bukti bahwa layanan tersebut dibutuhkan.
“Setiap Kamis layanan ini selalu ramai. Warga datang untuk melapor, bertanya, dan berkonsultasi langsung dengan petugas yang menangani bantuan sosial,”pungkasnya. (*)




