Pemulangan Jemaah Haji NTB 2026 Rampung, Empat Orang Masih Dirawat di Arab Saudi

Mataram (NTBSatu) – Jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 15 telah tiba di NTB pada Minggu, 21 Juni 2026. Empat orang masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB, Lalu Muhamad Amin mengatakan, Kloter 15 merupakan kloter gabungan yang terdiri dari jemaah asal sejumlah kabupaten dan kota di NTB.
Ia menyebut, Kloter 15 itu tergabung dari beberapa kabupaten. Itu dari Kabupaten Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu.
“Jadi, kecuali KLU (Kabupaten Lombok Utara), Sumbawa, dan KSB (Kabupaten Sumbawa Barat),” ujar Lalu Amin.
Menurutnya, jumlah jemaah yang tiba bersama Kloter 15 mencapai sekitar 365 orang. Dengan kedatangan kloter terakhir, seluruh proses operasional haji Embarkasi atau Debarkasi Lombok resmi berakhir.
“Dengan kedatangan jemaah dari Kloter 15 ini, maka dari Embarkasi Lombok telah berakhir proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji yang jumlahnya 5.864 orang,” jelas Lalu Amin.
Ia menjelaskan, seluruh jemaah yang telah kembali ke Tanah Air telah diserahterimakan kepada pemerintah daerah masing-masing sebelum berkumpul kembali dengan keluarga.
Seluruh kloter telah tiba di Tanah Air, masih terdapat empat jemaah haji asal NTB yang menjalani perawatan di Arab Saudi. Satu di antaranya merupakan jemaah dari Kloter 15 yang belum dapat dipulangkan karena dinyatakan tidak layak terbang.
“Kalau yang untuk saat ini satu orang, kemudian ada informasi sebelumnya itu ada juga tiga orang yang masih dirawat di sana,” ungkap Lalu Amin.
Pihaknya terus memantau perkembangan kondisi ketiga jemaah tersebut. Jika kondisi kesehatan mereka membaik dan memungkinkan untuk dipulangkan melalui skema tanazul bersama jemaah dari provinsi lain, maka pemerintah akan menjemput mereka di Jakarta.
Lalu Amin menyebut jumlah jemaah haji NTB yang wafat selama penyelenggaraan ibadah haji 2025 tercatat sebanyak 12 orang.
Sebanyak 11 orang meninggal dunia di Tanah Suci, sedangkan satu orang lainnya meninggal di Tanah Air setelah sempat menjalani perawatan di RSUP.
“Untuk sampai saat ini bahwa diketahui jemaah haji kita yang meninggal tidak ada perubahan. Yang di Tanah Suci ada 11 orang, kemudian di Tanah Air yang sempat dirujuk di RSUP itu satu orang, jadi totalnya ada 12 orang,” jelasnya.
Lalu Amin memastikan seluruh tahapan penyelenggaraan haji, mulai dari pemberangkatan hingga pemulangan, berjalan dengan lancar, aman, dan terkendali. Mayoritas jemaah juga tiba kembali di daerah asal dalam kondisi sehat.
“Dari beberapa tahapan dalam proses penyelenggaraan sampai tahap fase pemulangan ini, semuanya berjalan lancar, semuanya aman, semuanya terkendali. Jemaah dapat kita pastikan tiba di tanah air dalam kondisi sehat dan dengan senyum bahagia,” katanya.
Penyakit Jemaah Haji
Senada dengan itu, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram, Herman Nugraha menyebut, empat jemaah haji Debarkasi Lombok (LOP) masih menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi hingga Minggu, 21 Juni 2026.
“Informasi terakhir sampai dengan jam ini, jumlah jemaah yang masih tertinggal dan dirawat di rumah sakit Arab Saudi itu ada empat,” katanya.
Keempat jemaah itu berasal dari Kloter 11, 12, 14, dan 15. Mereka belum dapat dipulangkan karena masih menjalani perawatan akibat gangguan kesehatan.
Berdasarkan data BKK Kelas I Mataram, seorang jemaah berinisial SN asal Dompu dari Kloter 11 masih menjalani perawatan akibat sindrom gangguan pernapasan akut atau acute respiratory distress syndrome (ARDS).
Sementara itu, jemaah berinisial K asal Aikmel, Lombok Timur, dari Kloter 12 menjalani perawatan karena penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Kemudian jemaah dari kloter 14 berinisial S asal Brang Biji, Kabupaten Sumbawa, masih menjalani perawatan akibat ileus atau gangguan pada saluran pencernaan.
“Sedangkan jemaah berinisial S asal Sikur, Lombok Timur, dari Kloter 15 juga masih menjalani perawatan di Arab Saudi,” sebut Herman.
Menurutnya, sebagian besar jemaah yang mengalami gangguan pada sistem pernapasan dan penyakit penyerta lainnya. Karena itu mereka diterbangkan pulang ke Indonesia.
“Di sini kebanyakan karena gangguan pernapasan, gangguan jantung, ada penyakit paru. Semuanya berkaitan dengan pernapasan dan jantung,” bebernya.
Ia menjelaskan, selama masa tugas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi masih berlangsung. Petugas haji setiap hari memantau kondisi para jemaah.
Herman menyebut, jika kondisi mereka sudah berangsur membaik, Kementerian Haji akan memulangkan para jemaah tersebut. Sesuai dengan keberangkatan reguler atau pesawat reguler.
“Nanti, Kementerian Haji yang berkoordinasi,” katanya.
Selain jemaah yang dirawat di Arab Saudi, terdapat empat jemaah haji Debarkasi Lombok yang masih menjalani perawatan di RSUD Provinsi NTB.
Data per Minggu, 21 Juni 2026 pukul 14.58 Wita menunjukkan seorang jemaah berinisial M asal Aikmual, Lombok Tengah, dari Kloter 7 masih dirawat akibat penurunan kesadaran yang diduga berkaitan dengan gangguan intrakranial atau metabolik.
Sementara itu, jemaah berinisial R asal Mpunda, Kota Bima, dari Kloter 11 menjalani perawatan karena mengalami penurunan kesadaran akibat dehidrasi dan kurang asupan.
Kemudian jemaah asal Lunyuk, Kabupaten Sumbawa, dari Kloter 14 inisial J masih menjalani perawatan akibat dugaan pneumonia komunitas atau community acquired pneumonia (CAP).
Adapun jemaah berinisial LB asal Muncan, Lombok Tengah, dari Kloter 15 dirawat karena dugaan pneumonia komunitas yang disertai hipoglikemia. (*)




