Puncak Bukit Keteri Ramai Pasca Dipromosikan Bupati, Pengunjung Tembus 600 Orang Setiap Akhir Pekan
Lombok Barat (NTBSatu) – Bukit Keteri di Dusun Bantir, Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, semakin ramai kedatangan wisatawan. Destinasi wisata alam yang menawarkan panorama atap Lombok Barat itu, kini mampu menarik sekitar 600 pengunjung setiap akhir pekan.
Ketua Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Bonga Lestari yang juga selaku Pengelola Bukit Keteri, Supirman mengatakan, lonjakan kunjungan paling terlihat pada hari Minggu. Jumlah pengunjung bahkan mencapai sekitar 600 orang dalam sehari. Selain itu, penjualan tiket per bulan juga mencapai 3500 tiket dan minimal 2000 tiket terjual per bulannya.
“Kalau khusus hari Minggu saja itu sekitar 600-an kunjungan, untuk penjualan tiket dalam 1 bulan mencapai 3500 tiket paling sedikit 2000 tiket,” katanya kepada NTBSatu, Minggu, 14 Juni 2026.
Menurutnya, kunjungan wisatawan mulai meningkat setelah Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), mengunjungi Bukit Keteri bersama para kepala OPD beberapa waktu lalu. Bahkan peningkatannya sampai 2 kali lipat dari sebelumnya.
“Semenjak Pak Bupati datang berkunjung ke Bukit Keteri, jumlah wisatawan juga meningkat dari sebelumnya. Alhamdulillah kunjungannya meningkat 2 kali lipat,” ujar Ances, sapaan akrab Supirman.
Sebelumnya, jumlah pengunjung akhir pekan berkisar 400 orang. Kini angka tersebut naik menjadi sekitar 600 orang setiap Minggu.
Trek Pendakian Ramah Pemula
Bukit Keteri memang menawarkan daya tarik tersendiri. Jalur pendakiannya relatif ramah bagi pemula. Pengunjung juga bisa menikmati panorama persawahan, perbukitan, hingga wilayah Gerung dari puncak bukit.
Salah seorang pengunjung, Muhajir mengaku, telah tiga kali mendaki Bukit Keteri. Ia menilai trek menuju puncak cukup bersahabat bagi pendaki pemula.
“Ini ketiga kalinya saya naik ke Bukit Keteri. Treknya cukup mudah untuk pemula,” katanya.

Menurut Muhajir, banyak anak-anak juga mampu mencapai puncak bukit tersebut. Sinyal telepon seluler tetap tersedia sepanjang perjalanan.
“Pemandangannya saya rasa tidak kalah dengan Sembalun,” ujarnya.
Pengelola saat ini mengenakan tiket masuk Rp10 ribu untuk pengunjung dewasa. Sementara anak-anak membayar Rp5 ribu. Pengunjung yang ingin berkemah dikenakan tarif Rp15 ribu.
Harapan Pengelola
Meski kunjungan terus meningkat, pengelola masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya kondisi jalan menuju basecamp yang perlu perbaikan.
Supirman berharap, pemerintah dapat membantu peningkatan akses jalan sepanjang sekitar satu kilometer menuju kawasan wisata tersebut.
“Karena ini sudah masuk wisata yang lumayan dari pengunjung luar,” katanya.
Selain itu, pengelola juga berencana membangun fasilitas pendukung. Mereka ingin mengalirkan air dari kawasan air terjun di bawah bukit menggunakan jaringan pipa.
Rencana tersebut untuk mendukung pembangunan kolam dan fasilitas wisata keluarga di area basecamp. Pengelola juga berharap mendapat dukungan pembangunan fasilitas sederhana seperti rest area dan basecamp yang lebih memadai.
Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, Bukit Keteri kini mulai menjelma menjadi salah satu magnet wisata alam baru di Lombok Barat. (*)




