Kota Mataram

Camat Mataram Targetkan Penanganan Sampah Berkelanjutan Melalui Swadaya dan Gotong Royong

Mataram (NTBSatu)Kecamatan Mataram tengah menggalakkan program kebersihan lingkungan yang berfokus pada penanganan sampah berbasis swadaya masyarakat. Melalui aksi gotong royong saban Jumat, pihak kecamatan berkomitmen menyelesaikan persoalan sampah yang telah mendera sejumlah wilayah selama puluhan tahun.

Camat Mataram, Arif Mardjun menjelaskan, pihak kecamatan siap menerjunkan personel yang dibekali fasilitas penunjang untuk aksi Jumat bersih mendatang.

“Konsep yang kami berikan itu kan, kami kecamatan akan membawa sepuluh orang dari kami sendiri. Ini pegawai kecamatan yang dibekali dengan sepatu boot dan sarung tangan, oke. Lalu dari tiap kelurahan akan memberikan dua orang,” ucapnya.

IKLAN

Arif menjadwalkan, Lingkungan Gubuk Mamben sebagai titik fokus awal karena kondisi di lapangan yang menurutnya sudah mendesak.

“Kami akan turun setelah penentuan lokasi. Misalnya Jumat besok kami menentukan ke Mamben. Karena saya amati di dua minggu yang lalu sampah sudah mulai banyak di sana,” tegasnya.

Bangun Kesadaran Melalui Pendekatan Persuasif

Ia mengandalkan pendekatan persuasif untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan secara jangka panjang. Tidak hanya mengejar hasil bersih dalam satu waktu, melainkan ingin membangun hubungan emosional dan mengenali warga secara langsung.

IKLAN

Arif mengakui, mengikis kebiasaan buruk masyarakat yang sudah mengakar selama puluhan tahun membutuhkan napas panjang dan konsistensi tinggi.

“Kita sudah mendengar isu sampah ini di Mamben ini hampir puluhan tahun, tidak pernah teratasi. Karena Tempat dedoro belum ada. Tapi hari ini kalau kami mulai bangun tempat dedoro di masing-masing lingkungan, sosialisasi seperti itu, mungkin dia satu tahun baru akan ada dampak yang sangat signifikan,” jelasnya.

Sinergi lintas sektor terus mengalir. Sembilan unit kendaraan roda tiga (Tosa) kini dalam kondisi prima dan siap beroperasi mendukung patroli kebersihan.

“Tosa kami sudah kami perbaiki yang kemarin rusak udah jalan. Sudah melakukan beberapa kali patroli sampah di beberapa tempat,” tambahnya.

Di samping itu, para lurah juga berkomitmen mengalokasikan anggaran pengadaan alat kebersihan pada DPA masing-masing. (*)

Artikel Terkait

Back to top button