Kota Mataram

Jelang Tahun Ajaran Baru, Warga Mataram Ramai Jual Emas untuk Biaya Sekolah Anak

Mataram (NTBSatu) – Menjelang tahun ajaran baru, aktivitas penjualan emas meningkat pada sejumlah toko emas Kota Mataram. Banyak warga memilih melepas perhiasan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak, mulai dari biaya pendaftaran hingga perlengkapan sekolah.

Fenomena tersebut mendorong lonjakan transaksi penjualan emas hingga sekitar 70 persen dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi itu membuat aktivitas toko emas lebih ramai oleh penjual dibandingkan pembeli.

Pedagang salah satu toko emas Kota Mataram, Awan mengatakan, mayoritas pelanggan memanfaatkan tingginya harga emas untuk memperoleh dana cepat menjelang masuk sekolah.

IKLAN

“Sekarang yang datang untuk jual lebih banyak daripada yang beli. Rata-rata 70 persenlah orang jual. Mereka memanfaatkan harga emas yang sedang tinggi untuk memenuhi kebutuhan mendesak, salah satunya biaya masuk sekolah anak,” kata Awan kepada NTBSatu, Selasa, 9 Juni 2026.

Menurut Awan, harga perhiasan emas 22 karat saat ini mencapai sekitar Rp2.550.000 per gram termasuk ongkos pembuatan. Sementara harga pasar dasar berada pada kisaran Rp2.100.000 per gram. Nilai tebus akhir mengikuti kondisi fisik perhiasan serta perhitungan ongkos pembuatan saat proses penilaian.

Pilihan Realistis untuk Memenuhi Kebutuhan

Kebutuhan pendidikan juga mendorong Yeni, warga Mataram yang bekerja pada sektor swasta, menjual perhiasan miliknya. Ia melepas emas yang dibeli sekitar lima bulan lalu untuk menutupi biaya pendaftaran sekolah anak.

IKLAN

“Lima bulan lalu saya beli emas ini, sekarang terpaksa saya jual lagi seharga Rp3,6 juta. Uangnya langsung saya pakai untuk kebutuhan anak yang mau masuk sekolah,” ungkap Yeni.

Menurutnya, menjual perhiasan menjadi pilihan paling realistis untuk memperoleh dana tunai dalam waktu singkat. Kenaikan biaya hidup membuat pengeluaran rumah tangga semakin besar, sementara pekerja sektor swasta tidak memperoleh tambahan pendapatan seperti gaji ke-13.

“Biaya hidup sekarang serba mahal. Saya kerja swasta, jadi tidak ada tambahan seperti gaji ke-13. Mau tidak mau, simpanan emas ini saya jual untuk biaya sekolah anak,” keluhnya.

Awan memperkirakan tren penjualan emas masih berlanjut hingga masa pendaftaran sekolah berakhir. Tingginya harga emas membuat banyak warga memilih memanfaatkan simpanan perhiasan ketimbang mencari pinjaman.

“Kalau kebutuhan sekolah sudah dekat seperti sekarang, biasanya memang banyak yang jual emas. Apalagi harga emas sedang bagus, jadi masyarakat memilih memanfaatkan simpanan yang ada,” tutup Awan. (*)

Artikel Terkait