Lombok TengahPemerintahan

Kemiskinan Ekstrem Lombok Tengah Turun Jadi 0,37 Persen

Lombok Tengah (NTBSatu) – Angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lombok Tengah terus menunjukkan penurunan. Pada 2025, kemiskinan ekstrem tercatat sebesar 0,72 persen. Kini angkanya turun menjadi 0,37 persen.

Wakil Bupati Lombok Tengah, M. Nursiah mengatakan, pemerintah daerah menargetkan kemiskinan ekstrem dapat ditekan hingga nol persen.

Ia menjelaskan, pemerintah tidak hanya mengejar penurunan angka, tetapi memastikan program sesuai dengan kebutuhan masing-masing keluarga miskin.

IKLAN

“Dengan terus menurun, ini terus memacu kita untuk menyiapkan program kegiatan yang relevan dengan kebutuhan keluarga miskin,” kata Nursiah, Rabu 19 Agustus 2026.

Nursiah menjelaskan, Pemkab Lombok Tengah akan terus melakukan validasi dan verifikasi data melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data tersebut menjadi dasar pemerintah menentukan bentuk intervensi bagi masyarakat miskin.

“Apakah dia butuh rumah, kita siapkan program. Sama dengan, ini rumahnya lumayan layak, tapi usahanya tidak ada, pemberdayaan,” jelasnya.

IKLAN

Selain rumah tidak layak huni, pemerintah juga menyiapkan program terkait sanitasi, air bersih hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Nursiah menekankan pentingnya kolaborasi dan konvergensi antarinstansi maupun lembaga untuk mempercepat penanganan kemiskinan.

Pemkab Lombok Tengah juga mulai menggandeng sejumlah badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), perbankan hingga perusahaan untuk ikut berkontribusi.

“Kita sudah door to door menyampaikan kondisi kemiskinan kita, kebutuhan ini,” ujarnya.

Sejumlah pihak yang disebut Nursiah antara lain ITDC, Bank NTB Syariah, PT Tirta Ardhia Rinjani, perbankan dan PLN.

Ia menilai, keterlibatan berbagai pihak penting agar penanganan kemiskinan tidak hanya bergantung pada program pemerintah daerah.

Tambah Bantuan Ayam Petelur

Nursiah juga menyebut, program pemberdayaan melalui bantuan ayam petelur masih berjalan. Pada tahun ini, program tersebut menyasar 100 titik.

Nursiah menyebut program bantuan ayam petelur juga berpeluang mendapat tambahan pada APBD Perubahan.

“Ya benar ada, mudah-mudahan. Jadi itu yang kita berikan selain stunting juga yang miskin,” katanya.

Nursiah menyebut sebelumnya jumlah warga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem hampir mencapai 8.000 orang. Namun, dia mengaku belum mengingat angka absolut terbaru.

Dengan penurunan kemiskinan ekstrem menjadi 0,37 persen, Pemkab Lombok Tengah kini mendorong program yang lebih terukur dan tepat sasaran.

“Yang penting kolaborasi, konvergensi itulah yang kita terus kelola,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait