Atap Dua Ruang Kelas MTs di Sekarbela Ambruk, Wali Kota Minta Audit Sekolah Tua
Mataram (NTBSatu) – Dua ruang kelas di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Badrussalam Nahdlatul Wathan (NW) Sekarbela, Kota Mataram, mengalami kerusakan parah setelah atap bangunan ambruk pada Sabtu sore, 20 Juni 2026. Akibat kejadian tersebut, kegiatan belajar mengajar pada dua ruangan itu terpaksa dihentikan.
Bangunan yang berdiri sejak 1984 itu sebelumnya pernah mendapatkan rehabilitasi pada 1995. Namun, sekarang ini telah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Kondisi struktur mulai melengkung sejak beberapa bulan terakhir, sebelum akhirnya mengalami keruntuhan.
Kepala MTs Badrussalam, Rifaah menyebut, tanda-tanda kerusakan sebenarnya sudah terlihat jauh sebelum kejadian. Ia menuturkan, kondisi bangunan mulai mengkhawatirkan dalam beberapa bulan terakhir.
“Sebelumnya sudah ada tanda-tanda kerusakan sejak beberapa bulan yang lalu, bangunan mulai melengkung. Meski begitu, masih ada dua ruangan yang tetap terpakai untuk proses belajar mengajar,” ujarnya, Selasa, 23 Juni 2026.
Ia juga mengungkapkan, bangunan tersebut sebenarnya sudah lama membutuhkan perbaikan menyeluruh dengan estimasi biaya mencapai sekitar Rp500 juta.
Menanggapi kejadian itu, Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, turun langsung ke lokasi dan menyerahkan bantuan dana stimulan sebesar Rp50 juta untuk percepatan perbaikan darurat.
“Harapan kita, perbaikan ini bisa segera terlaksana dengan cepat. Kami ingin memastikan pelayanan untuk murid baru tidak terganggu dan anak-anak bisa segera melaksanakan proses belajar mengajar tanpa kendala,” ujar Mohan saat meninjau lokasi, Selasa, 23 Juni 2026.
Ia juga menegaskan, pentingnya evaluasi terhadap kondisi bangunan pendidikan yang sudah berusia tua di Kota Mataram.
“Banyak bangunan sekolah lama yang perlu kita cek kembali. Kita minta untuk audit struktur agar standar keselamatan bangunan pendidikan benar-benar terjamin,” tegasnya.
Selain bantuan awal, Pemkot Mataram juga menginstruksikan Dinas PUPR dan Dinas Sosial untuk melakukan asesmen teknis menyeluruh terhadap struktur bangunan madrasah tersebut. Hasil kajian itu akan menjadi dasar untuk rencana rekonstruksi agar lebih aman dan sesuai standar. (*)




