Antisipasi Kriminalitas, Lingkungan Gomong Sakura Perketat Keamanan dan Data Penghuni Kos
Mataram (NTBSatu) – Menyikapi evaluasi keamanan pasca-penemuan jasad NDR di salah satu kamar kos, Lingkungan Gomong Sakura bergerak cepat mengambil langkah preventif. Pihak lingkungan memperketat pengawasan wilayah. Salah satu caranya dengan membentuk tim penjaga malam serta mengintensifkan digitalisasi data penghuni kos.
Kepala Lingkungan Gomong Sakura, HM Bahaudin menyatakan, lingkungan mengambil langkah ini guna memastikan keamanan warga dan mengantisipasi aksi kriminal di area pemukiman yang padat oleh rumah kos tersebut.
“Ada nanti penjaga malam yang kita bentuk sesuai hasil rapat, terdiri dari 4 orang. Mereka nantinya mendapat gaji lewat iuran warga dan pemilik usaha kos,” ujar Bahaudin alias Ajie pada NTBSatu, Selasa, 16 Juni 2026.
Selain mengaktifkan peronda malam, lingkungan juga tengah menggenjot pendataan para penghuni kos secara digital. Tujuannya, demi mempermudah pemantauan mobilitas warga pendatang.
“Dan akan kita buatkan aplikasi data anak kos. Saat ini, data masuk baru sekitar 30 persen yang baru masuk,” tambahnya.
Tak hanya mengandalkan pengawasan personel, penguatan sistem keamanan visual juga menjadi prioritas utama.
Lingkungan memasang kamera CCTV di empat titik strategis yang menjadi jalur utama keluar-masuk warga. Khususnya di area barat dan timur yang berbatasan langsung dengan jalan raya.
“Pemasangan CCTV ada empat titik. Di antaranya Gang 1, Gang 4 barat dan timur, serta Jalan Sakura Raya yang juga menjadi jalan keluar-masuk di sebelah timur dekat jalan besar,” paparnya.
Melalui kombinasi ronda malam, digitalisasi data penghuni, dan optimalisasi pengawasan CCTV ini, Lingkungan Gomong Sakura berkomitmen memulihkan sekaligus meningkatkan rasa aman bagi seluruh warga dan pelaku usaha kos di wilayah tersebut. (*)




