Tiga Desa di KSB Masuk Status Waspada Narkoba
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumbawa Barat memetakan sebaran peta kerawanan penyalahgunaan narkotika di wilayah lokal. Hasil pemetaan mencatat, tiga desa dan kelurahan masuk kategori status Waspada.
Secara teknis, BNNK memastikan belum ada kawasan permukiman warga yang menyentuh tingkat kerawanan kategori Bahaya. Penilaian objektif ini menjadi pijakan awal penyusunan strategi pencegahan peredaran gelap narkoba.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BNNK Sumbawa Barat, Mairudin, mengonfirmasi klasifikasi tingkat kerawanan wilayah di daerahnya. Pihaknya mengandalkan indikator penilaian komprehensif untuk menentukan pemetaan status tersebut.
“Di KSB tidak ada kategori bahaya, melainkan kategori siaga dan waspada,” kata Mairudin kepada NTBSatu, Selasa, 4 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Mairudin menjelaskan penentuan status kerawanan wilayah melibatkan delapan indikator utama serta lima indikator pendukung. BNNK mengukurnya lewat keberadaan jaringan pengedar, pemetaan intelijen, hingga sebaran penyalahgunaan di lapangan.
“Penetapan status wilayah membutuhkan analisis mendalam terhadap seluruh indikator penilaian,” ujar Mairudin.
Kendati demikian, BNNK Sumbawa Barat sengaja merahasiakan rincian nama tiga desa dan kelurahan berstatus Waspada tersebut. Pihaknya menjaga kerahasiaan data lokasi demi mengoptimalkan strategi penindakan bersama aparat penegak hukum.
“Kerahasiaan lokasi penindakan menjaga efektivitas strategi pengawasan di lapangan,” tutur Mairudin.
Tren Peredaran Narkoba
Sementara itu, tren peredaran gelap narkoba di Sumbawa Barat masih menunjukkan pola konsisten dari tahun ke tahun. Pasokan barang haram umumnya mengalir dari luar daerah sebelum masuk ke kantong pemukiman.
Selanjutnya, hasil pendataan program rehabilitasi mencatat komoditas sabu menjadi jenis narkotika yang paling banyak merusak warga. BNNK KSB merespons ancaman tersebut lewat penguatan edukasi serta pembentukan Desa Bersinar.
Di samping itu, petugas mengintensifkan program pemeriksaan dan tes skrining narkoba menuju lingkungan sekolah secara berkala. Langkah deteksi dini ini memutus mata rantai penyebaran narkotika di kalangan pelajar.
“Kami menggencarkan edukasi dan tes skrining sekolah demi menekan angka penyalahgunaan,” tambah Mairudin.
Dengan demikian, sinergi lintas instansi memperkuat daya tangkal masyarakat terhadap ancaman jaringan peredaran gelap. Pemerintah daerah bersama BNNK terus mengawal penciptaan lingkungan Sumbawa Barat yang bersih dari narkoba. (*)




