Hama Tikus Serang Jagung Talonang, Pemda KSB Siapkan Langkah Antisipasi
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat bergerak cepat mengantisipasi ancaman gagal panen jagung. Langkah ini merespons serangan hama tikus yang merusak lahan di Talonang, Kecamatan Sekongkang.
Dinas Pertanian KSB menyiapkan bantuan benih susulan serta skema Asuransi Usaha Tani Jagung (AUTJ) untuk melindungi petani.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat, Jamilatun, S.Pt., M.M.Inov., melalui Kepala Bidang Produksi Pertanian, Syamsul Rizal menyampaikan, pihak pemerintah telah membahas persoalan tersebut. Mereka menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD KSB pada pekan lalu.
“Permasalahan jagung di Talonang sudah kami bahas bersama Komisi II DPRD Sumbawa Barat dalam RDP minggu lalu,” kata Syamsul, Senin, 17 Agustus 2026.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa penyaluran benih merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi petani. Selain melakukan penanganan langsung di lapangan, pemerintah daerah juga menyiapkan skema perlindungan finansial. Akibatnya, petani memiliki kepastian saat menghadapi risiko gagal panen.
“Sebagai bentuk respons cepat, para petani di Talonang saat ini telah mendapatkan bantuan benih jagung dari pemerintah,” ujar Syamsul.
Alokasi Anggaran Rp630 Juta dari APBD-P
Guna memperkuat jaminan tersebut, Pemkab Sumbawa Barat mengalokasikan anggaran senilai Rp630 juta melalui APBD Perubahan (APBD-P) tahun ini. Pemerintah mengucurkan dana tersebut untuk menopang program AUTJ. Skema ini siap memproteksi 3.500 hektare lahan pertanian jagung.
“Program asuransi tani bertujuan memberikan jaminan finansial bagi para petani apabila tanaman mengalami kerugian akibat serangan hama maupun perubahan iklim,” tutur Syamsul.
Melalui skema tersebut, petani tidak perlu menanggung seluruh beban kerugian secara mandiri saat produktivitas terganggu. Saat ini, serangan hama tikus menjadi perhatian serius karena berpotensi menurunkan hasil panen secara drastis.
Kondisi ini menuntut pemerintah daerah untuk mengambil langkah tanggap lebih awal. Sebab, para petani telah mengeluarkan modal besar sejak pengolahan lahan hingga perawatan. Oleh karena itu, Dinas Pertanian KSB mendorong penanganan masalah secara terpadu.
Sinergi Benih dan Skema Asuransi
Pemberian bantuan benih berfungsi menjaga keberlanjutan masa tanam. Sementara itu, program AUTJ menjadi benteng perlindungan dari risiko kerugian ekonomi. Sinergi kedua program ini diharapkan dapat menekan dampak kerugian warga secara efektif.
“Langkah nyata ini menjadi bukti komitmen Pemkab Sumbawa Barat dalam menjaga stabilitas sektor pertanian daerah,” ucap Syamsul.
Melalui sinergi bantuan tersebut, pemerintah daerah berharap para petani di Talonang dapat mempertahankan hasil produksi. Selain itu, mereka juga bisa menekan dampak kerugian akibat gagal panen.
Pada akhirnya, upaya tanggap pemerintah daerah ini mendapat sambutan positif dari jajaran DPRD KSB. Mereka berharap sektor pertanian Sumbawa Barat tetap tumbuh secara stabil. (*)




