KesehatanKota Bima

Kasus HIV di Kota Bima Tembus 97 Orang

Kota Bima (NTBSatu) – Dinas Kesehatan Kota Bima mencatat jumlah Orang dengan HIV (ODHIV) di wilayahnya mencapai 97 orang hingga April 2026.

Untuk menekan laju penularan penyakit menular tersebut, Dinas Kesehatan Kota Bima memperluas jangkauan deteksi dini dan edukasi. Salah satunya dengan menyasar Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Raba Bima.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Ahmad mengungkapkan, tren penemuan kasus baru terus berlanjut. Pada tahun 2024, petugas menemukan 38 kasus baru HIV

IKLAN

Angka ini meningkat menjadi 40 kasus pada 2025, yang sebagu di antaranya adalah laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL). 

Di samping itu, kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti sifilis dan gonore tercatat mencapai 90 kasus.

“Hingga April 2026, jumlah keseluruhan Orang Dengan HIV (ODHIV) di Kota Bima tercatat sebanyak 97 orang. Sementara itu, kasus IMS seperti sifilis dan gonore (GO) juga mencapai 90 orang. IMS tidak boleh kita anggap ringan. IMS dapat menjadi pintu awal masuknya HIV, bahkan membuat seseorang hingga 5 kali lebih mudah tertular,” ujar Ahmad pada NTBSatu, Selasa, 4 Agustus 2026.

Ahmad menjelaskan, kemunculan kasus baru menandakan penularan di tengah masyarakat masih aktif bergerak. 

Berbagai faktor memicu kondisi ini, mulai dari perilaku berisiko, rendahnya kesadaran tes rutin, hingga stigma sosial yang membuat warga enggan memeriksakan diri.

Lakukan Edukasi dan Tes Kesehatan di Rutan

Sebagai langkah konkret, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3PL) Dinas Kesehatan Kota Bima menggelar edukasi dan tes kesehatan bagi warga binaan Rutan Kelas IIB Raba. 

Petugas memberikan pemahaman mengenai gejala dan pola penularan HIV serta Tuberkulosis (TB), yang selanjutnya menjalani pemeriksaan fisik.

“Warga binaan dipilih sebagai sasaran mengingat kondisi hunian rutan yang padat berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit menular. Khususnya TB yang penyebarannya melalui udara, serta HIV yang memerlukan deteksi dini untuk pengendalian yang lebih efektif,” jelas Ahmad.

Ia menegaskan, IMS memiliki gejala khas seperti luka pada alat kelamin, cairan tak normal, hingga nyeri saat kencing. Meskipun sebagian kasus berjalan tanpa gejala. 

Lewat kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kota Bima berharap para warga binaan dapat lebih sigap menjaga kesehatan dan mendukung pencegahan. Baik selama berada di dalam rutan maupun setelah kembali ke masyarakat. (*)

Artikel Terkait