Kota Bima (NTBSatu) – Pemeriksaan saksi sidang perkara narkotika yang melibatkan eks Kasat Resnarkoba Polres Bima Kota Malaungi kembali bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Raba Bima, Jumat, 19 Agustus 2026.
Saksi Anita alias Bunda memberikan keterangan mengei permufakatan atau negosiasi untuk pengedaran narkoba di Kota Bima terjadi saat pertemuan pada 23 Januari 2026 lalu di sebuah hotel di Kota Bima.
Saat negosiasi tersebut berlangsung, Anita mengaku sedang duduk di tempat tidur, sementara Ais berada di balkon. Anita mendengar langsung percakapan Koko Erwin dan Malaungi.
Ia menjelaskan, Malaungi langsung meminta agar Koko Erwin menaikkan jumlah uang atensi tersebut. Alasannya, Malaungi akan menyetor dana tersebut untuk biaya pendidikan atasannya.
Malaungi menegaskan, nominal awal sebesar Rp100 juta tidak cukup untuk menutupi seluruh permintaan dana koordinasi. Oleh sebab itu, di akhir negosiasi, keduanya sepakat uang atensi yang harus Koko Erwin setorkan pada Malaungi sejumlah Rp150 juta.
“Uang itu disebut juga untuk sekolah. Nominal Rp100 juta ini tidak cukup karena pihak di atas mau sekolah lagi,” ujar Anita dalam persidangan, Rabu, 19 Agustus 2026.
Dalam pembicaraan awal tersebut, Malaungi bersikeras meminta kenaikan nominal uang atensi. Ia menyebutkan adanya instruksi dari atasan yang ingin menempuh pendidikan.
Namun, Malaungi tidak menyebutkan identitas sosok atasan yang ingin bersekolah dengan uang suap yang dimaksud tersebut.
“Itu untuk sekolah atasannya. Tapi saya tidak tahu karena tidak sebut nama,” tambahnya.
Seret Nama Eks Kapolres
Anita tidak mengetahui maksud dari pernyataan Malaungi terkait sekolah atasan. Namun, saat dalam perjalanan pulang, Ais yang terlihat kecewa lantaran jatah pembagiannya berkurang, memicu pertanyaan besar mengenai penerima aliran dana tersebut.
“Saat pulang dari hotel, saya cerita-cerita di mobil dalam perjalanan, Ais marah-marah karena kurang bagiannya jika uang atensi dinaikkan jumlahnya,” ungkapnya.
Anita sempat bertanya pada Ais untuk memastikan atasan yang Malaungi sebutkan. “Saya tanya untuk sekolah siapa, Ais bilang untuk sekolah Kapolres,” tegasnya. (*)




