Kota MataramLingkungan

Progres Pembangunan TPST Kebon Talo Capai 13 Persen

Mataram (NTBSatu) – Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo, Kota Mataram, memasuki minggu ke-16. Hingga minggu ke-15, progres fisik proyek mencapai 13,028 persen.

Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada 31 Desember 2026, termasuk tahap uji coba atau commissioning sistem pengolahan sampah.

Quantity Surveyor (QS) TPST Kebon Talo, Lukmanul Hakim mengatakan, capaian progres saat ini mayoritasnya pada pekerjaan sipil. Porsi pekerjaan sipil dan bangunan hanya sekitar 20 persen dari total nilai proyek.

IKLAN

Sementara itu, sekitar 75 persen nilai proyek berasal dari pengadaan dan pemasangan mesin pengolah sampah serta pekerjaan Mechanical Electrical (ME).

“Progres 13 persen ini dominan di pekerjaan sipil. TPST ini fokus utamanya pada sistem pemrosesan, sehingga bobot terbesar ada pada mesin dan sistem mekanikal elektrikal,” ujar Lukmanul saat ditemui di lokasi proyek, Rabu, 30 September 2026.

Saat ini, tim di lapangan fokus mengerjakan pengecoran lantai. Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar 28 hari untuk memastikan beton mencapai tingkat kematangan yang sesuai dan mampu menopang beban peralatan berat.

IKLAN

Pekerjaan atap bangunan juga telah rampung. Kondisi ini membuat proses pengecoran lantai dapat berjalan tanpa banyak terpengaruh cuaca.

Sesuai jadwal, vendor penyedia mesin, PT Tuntas Sampah Indonesia (Tuntasin Sampah), akan mendatangkan unit mesin ke lokasi pada awal November. Setelah beton matang, tim dapat langsung melakukan perakitan atau assembling mesin.

“Pekerjaan atap bangunan sudah selesai, jadi pengecoran lantai tidak terhalang cuaca. Saat mesin Tuntas tiba di bulan November, lantai beton sudah matang dan siap untuk proses perakitan,” jelasnya.

Hingga kini, pelaksanaan proyek berjalan tanpa kendala teknis maupun cuaca. Kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang turut membantu percepatan pekerjaan struktur di lapangan.

Layani 60 Ton Sampah per Hari

Kementerian Pekerjaan Umum membangun TPST Kebon Talo di atas lahan seluas 1,48 hektare. Fasilitas ini memiliki kapasitas pengolahan hingga 60 ton sampah per hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Denny Nizar Cahyadi mengatakan, TPST tersebut akan melayani sampah dari Kecamatan Ampenan dan Kecamatan Sekarbela. Pembangunan mulai berlangsung pada 12 Juni 2026 dengan masa layanan yang berlangsung hingga 20 tahun.

“Kehadiran TPST Kebon Talo menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem pengelolaan sampah di Kota Mataram. Saat ini, produksi sampah di Kota Mataram mencapai sekitar 325 ton per hari,” ujar Denny.

Kebutuhan infrastruktur pengolahan sampah semakin mendesak setelah penutupan TPA Regional Kebon Kongok yang berdampak pada keterbatasan kapasitas pengelolaan sampah.

TPST Kebon Talo akan menggunakan teknologi Dry Jet untuk mengolah sampah rumah tangga melalui proses pengeringan dan pemanasan. Hasil pengolahan berupa refuse derived fuel (RDF) yang selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif, termasuk untuk PLTU Jeranjang.

Fasilitas ini juga menerapkan konsep pengelolaan sampah terpadu. Sampah yang masuk akan melalui proses pemilahan dan pengolahan sehingga volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir dapat berkurang.

Sistem pemilahan otomatis akan memisahkan sampah organik, anorganik, logam, dan residu. TPST juga memanfaatkan teknologi Solid Recovered Fuel (SRF) untuk menghasilkan bahan bakar alternatif sekaligus mendukung peningkatan tingkat daur ulang.

Bangunan utama TPST berupa hanggar pengolahan seluas 2.592 meter persegi. Fasilitas tersebut meliputi kantor operasional, pos operator jembatan timbang, ruang panel, powerhouse, serta berbagai prasarana pendukung.

Sistem pengolahan sampah terbagi dalam dua lini, yakni lini organik dan lini RDF/anorganik. “Pembagian ini memungkinkan proses pengolahan berjalan lebih terarah sekaligus menghasilkan nilai ekonomi dari sampah yang sebelumnya berakhir sebagai residu,” pungkas Denny. (*)

Artikel Terkait