Dianggap Tak Mendesak, Pusat Coret Anggaran Revitalisasi GOR Turide Rp400 Miliar
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah pusat menghapus anggaran untuk revitalisasi GOR 17 Desember Turide, Mataram. Anggaran yang diusulkan sebesar Rp400 miliar.
Revitalisasi GOR Turide dipersiapkan untuk penyelenggaraan Pelan Olahraga Nasional (PON) 2028. Provinsi NTB dan NTT terpilih sebagai tuan rumah.
Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, membeberkan terkait pencoretan anggaran revitalisasi tersebut. Alasannya, belum menyajikan kejelasan urgensi, blueprint, maupun uraian proposal yang matang.
“Secara umum kami belum melihat adanya blueprint dari pemerintah provinsi terkait kebutuhan GOR tersebut untuk pelaksanaan PON. Akibatnya, DPR tidak menganggap usulan ini urgen di tingkat pusat. Bagaimanapun, proses penganggaran di DPR memprioritaskan program yang benar-benar mendesak dan strategis,” kata Mori, Rabu, 30 September 2026.
Mori menambahkan, minimnya rincian mengenai pemanfaatan jangka panjang GOR Turide pasca PON seperti rencana menjadikannya homebase klub Liga 2 atau lokasi ajang olahraga nasional lainnya menyulitkan wakil rakyat saat memperjuangkan anggaran tersebut di tingkat pusat.
Siapkan Masterplan Cadangan
Meski DPR memangkas habis anggaran perbaikan fisik GOR Turide, Mori memastikan pihak penyelenggara telah menyiapkan masterplan cadangan untuk agenda seremoni pembukaan maupun penutupan PON 2028.
Ia menyebut, jika GOR Turide batal menjalani renovasi, penyelenggara berpeluang menggeser lokasi acara utama ke kawasan Pertamina Mandalika International Circuit.
“Fungsi utama GOR sebenarnya untuk pembukaan atau penutupan PON. Namun kami bisa mengarahkan alternatifnya ke kawasan MotoGP Mandalika. Masterplan nya sudah siap di kami,” terangnya.
Di samping seremoni pembukaan, Mori menjelaskan persoalan yang jauh lebih mendesak saat ini bergeser pada kesiapan fasilitas cabang olahraga atletik. Mori menyebutkan, perbaikan lapangan atletik di GOR Turide membutuhkan dana sedikitnya Rp30 miliar.
“Kebutuhan paling mendesak itu sebenarnya lapangan atletik. Untuk revitalisasi lapangan atletik saja butuh anggaran minimal Rp30 miliar. Silakan pemerintah daerah mengupayakannya jika ada anggaran. Jika tidak, opsi terakhirnya adalah memindahkan venue pertandingan atletik ke Jakarta,” tuturnya.
Perihal ini, Pemprov NTB belum memberikan keterangan. Upaya konfirmasi kepada Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik, melalui pesan WhatsApp belum membuahkan hasil. (Japriani)




