Harga Telur di Bima Tembus Rp34 Ribu, Koperindag Bidik Pasokan dari Bali
Kota Bima (NTBStu) – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kota Bima memperluas jaringan pasokan pangan daerah melalui skema Kerja Sama Antar Daerah (KAD) jangka panjang. Dinas Koperindag membidik pasokan telur melimpah dari Kabupaten Bangli, Bali, demi menstabilkan harga komoditas unggas di pasar lokal Bima yang melonjak hingga Rp34.000 per kilogram.
Sebagai imbal baliknya, Dinas Koperindag Kota Bima membuka keran pasokan jagung lokal untuk memenuhi tingginya kebutuhan pakan ternak di Kabupaten Bangli. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat sistem pasokan pangan. Sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani jagung di wilayah Kota Bima.
Kepala Bidang Perindustrian dan Perdagangan Dinas Koperindag Kota Bima, Sodik menegaskan, skema KAD ini menjadi solusi konkrit atas ketimpangan pasokan komoditas di kedua wilayah.
“Diskoperindag mendukung penuh penjajakan KAD ini sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan perdagangan. Kami butuh pasokan telur untuk mengendalikan harga pasar di Kota Bima yang menyentuh Rp34.000 per kilogram. Sementara Bangli membutuhkan jagung kita untuk pakan ternak,” kata Sodik, Senin, 15 September 2026.
Dorong Kerja Sama yang Konsisten
Berbeda dari kerja sama sebelumnya yang hanya berdurasi dua tahun, Sodik menjelaskan, Dinas Koperindag siap mendorong pembentukan kesepakatan baru dengan jangka waktu hingga lima tahun. Penambahan durasi kerja sama ini bertujuan untuk menjamin keberlanjutan pasokan pangan daerah secara konsisten dan terukur.
Guna memastikan skema ini berjalan efektif di lapangan, Dinas Koperindag mengandalkan keterlibatan langsung para distributor dan pelaku usaha lokal. Tujuannya untuk langsung mengeksekusi transaksi perdagangan antardaerah.
“Kerja sama ini kita rancang jadi lebnih fleksibel sesuai potensi daerah. Minggu depan kami melibatkan seluruh distributor dari Kota Bima dan Kabupaten Bangli. Untuk mengunci detail teknis, kapasitas pasokan, hingga mekanisme distribusinya,” ujar Sodik.
Melalui skema KAD ini, Dinas Koperindag Kota Bima optimistis dapat menjaga stabilitas harga pangan masyarakat. Selain itu, Dinas Koperindag juga berkomitmen mendongkrak perekonomian petani jagung lokal secara berkelanjutan. Sekaligus membangun kerja sama yang saling menguntungkan untuk para pihak yang terlibat di dalamnya. (*)




