Lombok TimurPemerintahan

Wabup Lotim: Event Budaya Harus Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Desa

Lombok Timur (NTBSatu) – Wakil Bupati Lombok Timur, Edwin Hadiwijaya menegaskan, event budaya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi tontonan tahunan. Menurutnya, festival budaya perlu mendorong perputaran ekonomi desa, membuka peluang usaha, sekaligus memperkuat partisipasi warga dalam melestarikan tradisi.

Pandangan itu ia sampaikan saat menanggapi penyelenggaraan Alunan Budaya Desa Pringgasela Raya, yang kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN). Edwin menilai, keberhasilan festival tersebut tidak hanya terlihat dari pengakuan di tingkat nasional, tetapi juga dari dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat.

“KEN itu intinya memberikan dampak kepada masyarakat. Bukan hanya secara sosial, tetapi juga ekonomi,” ujarnya, Minggu, 19 Juli 2026.

Ia menjelaskan, selama penyelenggaraan Alunan Budaya, aktivitas ekonomi warga meningkat. Pelaku UMKM memanfaatkan momentum festival dengan menjual berbagai produk. Sementara itu, panitia mencatat omzet penjualan untuk mengukur dampak ekonomi yang muncul selama kegiatan berlangsung.

Edwin mengatakan, warga di desa-desa sekitar Pringgasela ikut memanfaatkan momentum festival dengan membuka lapak dan menyediakan berbagai kebutuhan pengunjung. Kondisi itu membuat perputaran ekonomi tidak hanya terjadi di lokasi acara, tetapi juga di desa-desa sekitar.

Ia menilai, pola tersebut menjadi contoh, pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah ingin lebih banyak desa mengembangkan event serupa dengan mengangkat potensi budaya masing-masing.

“Hal-hal baik seperti ini perlu direplikasi di desa-desa budaya lainnya. Tetapi yang paling utama adalah membangun semangat kebersamaan masyarakat,” ujarnya.

Edwin mengatakan keberhasilan Alunan Budaya tidak lepas dari keterlibatan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan. Bahkan, kepanitiaan festival terus mengalami regenerasi dengan memberi ruang kepada generasi muda untuk mengambil peran setiap tahun.

Pentingnya Regenerasi

Menurutnya, regenerasi tersebut menjadi modal penting agar festival terus berkembang tanpa bergantung pada orang-orang yang sama. Selain menjaga keberlanjutan kegiatan, pola itu juga membuka peluang munculnya inovasi baru dalam setiap penyelenggaraan.

Meski demikian, Edwin mengingatkan tantangan ke depan akan semakin besar. Persaingan untuk mempertahankan status sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara semakin ketat karena setiap daerah terus meningkatkan kualitas festival yang mereka miliki.

Karena itu, ia meminta panitia dan seluruh pemangku kepentingan menjadikan setiap penyelenggaraan sebagai bahan evaluasi. Berbagai kekurangan pada pelaksanaan tahun ini, kata dia, harus segera diperbaiki agar Alunan Budaya Desa Pringgasela Raya tetap mampu bersaing di tingkat nasional.

“Evaluasi menjadi kunci. Setiap tahun pasti ada yang perlu dibenahi agar kualitas event terus meningkat,” katanya.

Edwin berharap, semakin banyak desa di Lombok Timur memanfaatkan potensi budaya sebagai daya tarik wisata sekaligus penggerak ekonomi lokal.

Ia menilai, ketika masyarakat menjadi pelaku utama dalam penyelenggaraan festival, manfaat yang muncul tidak hanya menjaga tradisi tetap hidup, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan baru bagi warga dan memperkuat citra pariwisata budaya Lombok Timur. (*)

Artikel Terkait