Hari Pertama Sekolah, MBG di NTB Belum Disalurkan
Mataram (NTBSatu) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di NTB belum kembali beroperasi pada hari pertama masuk sekolah usai libur kenaikan kelas sejak Senin 22 Juni hingga Sabtu 9 Juli 2026.
Saat ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih memvalidasi data penerima manfaat sebelum kembali menyalurkan makanan bergizi.
Ketua Satgas MBG NTB sekaligus Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda NTB, Dr. H. Fathul Gani membenarkan siswa belum menerima MBG pada hari pertama sekolah.
“Kayanya belum, belum (penyaluran MBG),” kata Fathul Gani, Senin, 13 Juli 2026.
Berdasarkan pantauannya di sejumlah daerah, ia mengatakan belum melihat SPPG kembali beroperasi, termasuk Kabupaten Sumbawa dan Kota Bima. Kedua daerah tersebut masih menjalani proses validasi data penerima manfaat.
“Saya monitor di Sumbawa maupun di Bima belum ada. Masih tahapan validasi,” ujarnya.
Fathul menjelaskan, setiap SPPG lebih dulu memvalidasi data penerima manfaat secara by name by address. Proses tersebut mencakup data peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau kelompok 3B.
“Jadi sebelum operasional, mereka validasi data by name by address. Memastikan data penerima manfaat, baik peserta didik maupun 3B, sudah clear,” ujarnya.
Setelah menyelesaikan validasi, setiap SPPG menginput data ke aplikasi untuk memastikan dapur melayani penerima manfaat yang tepat. Langkah itu juga mencegah munculnya data fiktif maupun penerima ganda.
“Baru nanti SPPG melapor melalui aplikasi. Tujuannya memastikan tidak ada penerima manfaat yang fiktif, ganda, dan sebagainya,” katanya.
Tergantung Proses Validasi
Menurut Fathul, kecepatan operasional setiap SPPG bergantung pada proses validasi data. SPPG yang lebih cepat menyelesaikan validasi bisa lebih dulu memulai penyaluran MBG.
“Kalau memang cepat selesai mereka validasi, langsung masuk aplikasi, bisa langsung cepat operasional,” ucapnya.
Ia mengatakan penyaluran MBG juga tidak berlangsung serentak. Setiap daerah memiliki luas wilayah dan jumlah penerima manfaat yang berbeda sehingga proses validasi membutuhkan waktu yang tidak sama.
“Iya pasti tidak serentak karena ada wilayah yang luas dan penerima manfaatnya berbeda-beda,” jelasnya.
Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional MBG selama libur sekolah berdasarkan Surat Edaran Kepala BGN Nomor 12 Tahun 2026.
Selama masa penghentian, BGN melakukan penataan operasional dan memperbarui data penerima manfaat sebelum program kembali berjalan pada tahun ajaran baru. (*)




