Lombok Timur

Tiga Titik Jembatan Garuda Merah Putih Dibangun di Lombok Timur

Lombok Timur (NTBSatu) – Tiga titik di Kabupaten Lombok Timur mendapat pembangunan Jembatan Merah Putih atau Jembatan Garuda dalam program pemerintah pusat. Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 1615 Lombok Timur, Letnan Kolonel Inf Hadiyansyah, menyebut pembangunan tersebut menyasar lokasi yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.

Tiga jembatan itu berada di Kecamatan Sikur, Semaya, dan Labuhan Haji. Pemerintah memilih titik tersebut berdasarkan kebutuhan masyarakat terhadap akses penghubung antardesa.

“Ada tiga titik jembatan Merah Putih yang dibangun di Kabupaten Lombok Timur. Di Sikur, kemudian di Semaya, satu lagi di Labuhan Haji,” ujarnya, Kamis, 13 Agustus 2026.

IKLAN

Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut menjadi bagian dari program pemerintah pusat untuk mengatasi berbagai kesulitan masyarakat.

Kehadiran jembatan diharapkan memperlancar mobilitas warga, terutama dalam bidang pendidikan, perekonomian, dan transportasi.

Hadiyansyah mengatakan, masyarakat selama ini menghadapi kendala akses di sejumlah wilayah. Karena itu, pembangunan jembatan dapat membuka konektivitas yang lebih baik antardesa.

Menurutnya, Jembatan Merah Putih akan membantu masyarakat menjalankan aktivitas pendidikan, menggerakkan perekonomian desa, dan memperlancar transportasi.

Ia juga menyebut pembangunan jembatan tersebut menjadi kehormatan bagi Lombok Timur. Pasalnya, Presiden memilih salah satu titik di Lombok Timur sebagai lokasi peresmian secara serentak dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Ini suatu kehormatan bagi saya secara pribadi dan bagi Kabupaten Lombok Timur,” katanya.

Hadiyansyah mengajak masyarakat mendukung pembangunan tersebut. Menurutnya, dukungan masyarakat penting agar berbagai program pemerintah pusat dapat berjalan maksimal dan memberi manfaat langsung bagi warga.

“Pemerintah pusat sudah antusias membantu kita. Kita juga harus ikut serta mendukung dan memaksimalkan program pemerintah tersebut,” tegasnya.

Ia berharap, kehadiran Jembatan Merah Putih tidak hanya memperbaiki akses transportasi, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Dengan konektivitas yang lebih baik, warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa terkendala akses penghubung antardesa. (*)

Artikel Terkait