Lombok Timur

Pertumbuhan Ekonomi 6,61 Persen, Pemkab Lombok Timur Tekankan Kualitas Data Sensus

Lombok Timur (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur bersama Badan Pusat Statistik (BPS), melakukan kegiatan Ngisi Bareng (NGIBAR) Sensus Ekonomi 2026 di Rupatama 2, pada Rabu, 6 Mei 2026.

Dalam kegiatan ini, Pemkab Lombok Timur menekankan pentingnya akurasi data dalam Sensus Ekonomi 2026 sebagai basis pengambilan kebijakan pembangunan daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, Muhammad Juaini Taofik menyampaikan, capaian positif pertumbuhan ekonomi yang menyentuh angka 6,61 persen pada triwulan IV-2025.

IKLAN

“Statistik adalah ilmu yang merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan data untuk menghasilkan keputusan yang valid. Kita bersyukur bisa mengikuti sensus ini dan berharap hasilnya mampu memberikan data yang lebih baik dan akurat,” ujarnya, Rabu, 6 Mei 2026.

Pendataan Awal Sektor Usaha

Kegiatan NGIBAR ini merupakan tahap awal yang fokus pada pendataan perusahaan skala besar dan menengah.

Dalam hal ini, BPS Lombok Timur melibatkan BUMD, perbankan, dan perusahaan yang ada di bawah naungan Dinas Peternakan, guna melakukan pengisian kuesioner secara kolektif dengan pendampingan teknis.

Kepala BPS Lombok Timur, Sri Endah Wardanti mengatakan, pendampingan langsung ini bertujuan untuk meminimalisir kesalahan input data.

“Ngisi Bareng ini adalah pendataan awal bagi perusahaan besar dan menengah. Tim BPS akan mendampingi seluruh proses pengisian kuesioner hingga selesai dan berhasil di-submit,” ujarnya.

Validitas Kebijakan Ekonomi

Juaini Taofik sendiri menilai, kualitas data sangat penting di tengah tren positif ekonomi daerah. Berdasarkan data terbaru BPS per Maret 2026, Lombok Timur berada dalam performa ekonomi yang kuat.

Menurut Taofik, tanpa data yang objektif dan lengkap, sulit mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi secara tepat sasaran.

Ia juga menegaskan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pelaku usaha memiliki tanggung jawab moral untuk menyajikan data yang riil.

“Data ini begitu dahsyat. Semakin baik kualitas data, semakin tepat kebijakan yang akan kita ambil untuk pertumbuhan ekonomi Lombok Timur,” ucapnya.

Persiapan Pendataan Lapangan

Setelah fase pendataan ini selesai, BPS akan melanjutkan ke tahap pendataan utama yang akan berlangsung pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Berbeda dengan tahap awal, proses ini akan secara door to door oleh petugas lapangan guna menjangkau seluruh lapisan pelaku usaha, termasuk sektor mikro dan kecil.

Ada 91 petugas lapangan yang diturunkan ke berbagai titik di Lombok Timur. Mereka juga akan melakukan edukasi tentang pentingnya transparansi data usaha, demi perencanaan pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat. (Inda)

Artikel Terkait

Back to top button