Kebakaran Bukit Sempana, Pendaki Ungkap Momen Mencekam Saat Dikepung Api
Lombok Timur (NTBSatu) – Liburan Putra Wiansa di Bukit Sempana, Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, berubah menjadi pengalaman yang tidak akan pernah ia lupakan. Saat menikmati ketenangan perkemahan seorang diri, ia justru terbangun dan mendapati kobaran api telah mengepung kawasan bukit pada Selasa siang, 9 Juni 2026.
Pengunjung asal Rangga Gate, Lombok Tengah itu mengaku baru menyadari kebakaran setelah keluar dari tenda sekitar pukul 13.00 Wita. Asap pekat terlihat dari arah Bukit Teletubbies dan api perlahan merambat menuju area tempatnya berkemah.
“Baru bangun tidur, keluar dari tenda tiba-tiba asap sudah ada di Bukit Sempana mengepung tenda kita,” ujar , Rabu, 10 Juni 2026.
Awalnya, Putra hanya memantau pergerakan api dari kejauhan. Namun, kondisi berubah menegangkan ketika angin membuat kobaran api semakin cepat menjalar dan melahap ilalang di sekitar bukit.
Saat itu, Putra berada seorang diri di atas bukit. Empat rekannya masih dalam perjalanan menuju lokasi untuk melanjutkan rencana berkemah selama dua malam. Situasi tersebut membuat kepanikan tak terhindarkan.
“Panik, soalnya sendirian saya di atas. Teman-teman masih di bawah. Saya memang mau tambah satu malam lagi di sana,” ungkapnya.
Ia kemudian menghubungi pengelola wisata untuk melaporkan kebakaran. Dari komunikasi tersebut, pengelola menyarankan agar ia segera meninggalkan lokasi. Putra pun harus bergegas membereskan dua tenda, carrier, dan perlengkapan berkemah lainnya sebelum turun dari bukit.
Rencana menikmati malam kedua di Bukit Sempana akhirnya batal. Putra dan rekan-rekannya memilih kembali turun dan menghabiskan malam di area parkir loket pendakian.
Lambannya Respons Petugas
Di tengah kepanikan itu, Putra juga menyoroti lambannya respons petugas menuju titik kebakaran. Putra menyebut petugas membutuhkan waktu lebih dari dua jam untuk tiba di lokasi kebakaran setelah menerima laporannya.
“Pengelola saya konfirmasi mau naik, katanya mau naik, tapi tidak sampai-sampai. Dua jam lebih mereka baru naik,” katanya.
Putra mengaku tidak mengetahui penyebab awal kebakaran. Saat api muncul, ia baru saja terbangun sehingga tidak melihat aktivitas orang lain di sekitar lokasi.
Hingga saat ini, kebakaran di kawasan Bukit Teletubbies atau Bukit Sempana masih menjadi perhatian pihak terkait. Upaya pelokalisiran terus dilakukan agar api tidak merembet ke kawasan vegetasi lain di wilayah Sembalun. (*)




