AdvertorialPendidikan

Guru Honorer Berprestasi Antar Siswa Raih Juara Nasional hingga Beasiswa Luar Negeri

Mataram (NTBSatu) – Perjalanan panjang seorang guru honorer berprestasi, Andini Kartika Sari, menyimpan kisah perjuangan sekaligus kepedihan.

Selama mengabdi, guru tersebut mengaku kehilangan kesempatan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) kategori K2 meski telah memenuhi syarat pengangkatan.

Meski menghadapi persoalan itu, semangatnya tidak pernah surut. Ia justru berhasil melahirkan banyak siswa berprestasi hingga tingkat internasional melalui Alesha Najwa Education Centre.

IKLAN

Guru honorer tersebut mengaku mengemban tanggung jawab mengajar selama 33 jam setiap pekan. Seluruh waktu dan tenaga ia curahkan agar para siswa tetap memperoleh pembelajaran secara maksimal. Namun, pengabdian panjang itu justru berujung kekecewaan.

Menurut pengakuannya, pencatatan jam mengajar tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Ia menyebut pihak sekolah mengalihkan jam mengajar yang ia jalankan kepada guru lain dalam administrasi.

Persoalan semakin berat saat proses pengangkatan CPNS K2 berlangsung. Guru honorer itu mengaku namanya sempat tercantum sebagai calon yang berhak memperoleh status PNS.

Namun, kesempatan tersebut sirna setelah muncul laporan yang menyatakan dirinya sudah tidak lagi aktif mengajar.

Akibat laporan tersebut, ia mengaku kehilangan hak menjadi PNS K2, padahal selama bertahun-tahun ia terus menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik. Peristiwa itu menjadi pukulan besar setelah puluhan tahun mengabdikan diri dalam dunia pendidikan.

Bangkit Lewat Alesha Najwa Education Centre

Rasa kecewa tidak menghentikan langkah guru honorer tersebut. Ia memilih bangkit dan tetap fokus membimbing generasi muda.

Semangat itu melahirkan Alesha Najwa Education Centre. sebuah lembaga bimbingan belajar yang menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan akademik. Lembaga ini resmi berdiri sejak 2013 hingga kini.

Melalui lembaga tersebut, ia terus membina para pelajar hingga mampu meraih berbagai prestasi. Sejak mulai mengajar pada 2005, anak didiknya rutin meraih juara 1, juara 2, dan juara 3 dalam berbagai kompetisi. Mereka juga berhasil membawa pulang Piala serta medali emas, perak, dan perunggu.

Prestasi itu tidak hanya hadir pada tingkat kabupaten maupun provinsi. Sejumlah siswa bahkan mampu bersaing pada ajang nasional hingga internasional. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa dedikasi dan kualitas pengajaran tidak bergantung pada status kepegawaian.

Guru honorer itu berharap kisah yang ia alami dapat menjadi perhatian pemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan, pemerintah daerah, serta instansi terkait.

Ia ingin seluruh pihak menelusuri persoalan yang ia alami secara menyeluruh sekaligus memberikan kepastian atas hak-hak tenaga pendidik yang merasa mengalami perlakuan tidak adil.

Kisah tersebut juga menjadi pengingat bahwa masih ada tenaga pendidik yang terus berjuang demi masa depan anak bangsa meski menghadapi berbagai tantangan. Selama lebih dari dua dekade mengabdi, ia tetap memilih mencurahkan ilmu kepada para siswa.

Hasilnya, sederet prestasi tingkat nasional dan luar negeri berhasil lahir dari tangan seorang guru honorer yang mengaku kehilangan kesempatan memperoleh status PNS K2. Tetapi tidak pernah kehilangan semangat untuk mencetak generasi berprestasi.

Kini, Alesha Najwa Education Centre telah memberikan Beasiswa Prestasi Bimbingan Les gratis kepada sebanyak 10 anak sejak Tahun 2024. Program ini diberikan selama dibutuhkan dengan ketentuan waktu yang tidak terbatas. (*)

Artikel Terkait