PariwisataSumbawa

15 Kapal Sail to Indonesia Singgah Sumbawa, Saliper Ate Jadi Lokasi Penyambutan

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa memilih Pantai Saliper Ate sebagai lokasi penyambutan peserta Sail to Indonesia pada 21 September 2026.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dan Pemasaran Pariwisata Dispopar Kabupaten Sumbawa, Awaliyah Muthmainnah, S.E., mengatakan pemerintah memilih Pantai Saliper Ate untuk memperkuat kembali promosi destinasi tersebut.

“Perencanaannya tanggal 21 September di Pantai Saliper Ate. Kenapa kita pilih Saliper Ate? Karena akhir-akhir ini berita tentang Saliper Ate kurang bagus. Jadi, siapa tahu dengan adanya acara di sana, pariwisata Saliper Ate bisa lebih bagus dan lebih meningkat,” ujar Awaliyah, Selasa, 15 September 2026.

IKLAN

Menurut Awaliyah, pemerintah tidak menggelar acara pembukaan Sail to Indonesia. Pemerintah hanya menyiapkan penyambutan sebagai bentuk penerimaan kepada wisatawan yang singgah di Sumbawa.

“Mereka kan sudah jalan dari kemarin. Jadi, kami sambut di situ karena akan ada barapan kebo yang akan datang ke sini,” katanya.

Selain menyiapkan penyambutan, pemerintah juga menggandeng Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Sumbawa untuk menangani aktivitas wisata peserta. HPI menyiapkan paket wisata dan pemandu untuk mendampingi wisatawan selama mengikuti kegiatan di Sumbawa.

IKLAN

Siapkan 10 Pemandu Wisata

Ketua HPI Sumbawa, Taqwa Sajidin mengatakan, pihaknya membantu menyiapkan paket wisata bagi peserta Sail to Indonesia. HPI menawarkan sejumlah aktivitas yang mengangkat potensi budaya dan wisata khas Sumbawa.

HPI Sumbawa menyiapkan total 10 pemandu wisata untuk melayani peserta Sail to Indonesia. Sebanyak tiga pemandu akan menangani aktivitas wisata hiu paus, sedangkan tujuh pemandu akan mendampingi peserta dalam kegiatan barapan kebo.

Taqwa menjelaskan wisatawan tidak selalu datang secara bersamaan. Karena itu, HPI menyesuaikan jumlah pemandu dengan pola perjalanan dan pilihan paket masing-masing wisatawan.

“Kita menyediakan tiga untuk pelayanan umum. Karena kalau kita hitung dari polanya mereka, itu kan tidak berbarengan. Jadi, ada yang minta perjalanan sendiri, ada yang minta gabung atau berbagi dengan yang lain,” ujarnya.

Untuk paket wisata, HPI menerapkan harga normal seperti paket perjalanan wisata pada umumnya. HPI juga menerapkan jumlah minimum peserta agar biaya operasional pelayanan dapat terpenuhi.

“Kalau untuk wisatawan luar, kita tetap pakai harga normal. Jadi, harga berbagi seperti tur-tur umum lainnya juga yang kita jual. Cuma ada minimum paket, jadi servisnya harus sekitar minimum 50 orang supaya bisa menutup biaya operasional,” katanya.

HPI juga menyiapkan layanan penjemputan langsung dari kapal. Pemandu akan menjemput wisatawan dari kapal sehingga mereka tidak perlu berjalan menuju titik layanan di kawasan pelabuhan.

Setelah menjemput wisatawan, pemandu akan membawa mereka menuju sejumlah titik wisata sesuai paket yang mereka pilih. HPI juga menyesuaikan tujuan perjalanan dengan minat wisatawan.

Salah satu atraksi utama yang HPI tawarkan ialah barapan kebo. HPI menilai tradisi tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara.

“Yang kita tawarkan itu barapan kebo. Balapan kerbau itu selalu menjadi acara karena aktivitas seperti itu tidak terjadi di semua daerah di Indonesia,” ujarnya.

Selain barapan kebo, HPI menawarkan aktivitas wisata hiu paus. HPI menyiapkan tiga pemandu untuk melayani peserta yang memilih paket wisata tersebut.

Puluhan Peserta Ikuti Rangkaian di Sumbawa

Taqwa menyebut, informasi dari Koordinator Sail Indonesia, Remon, menunjukkan sekitar 15 kapal akan singgah di Sumbawa. Namun, jumlah wisatawan dari setiap kapal masih bervariasi.

“Informasi dari Koordinator Sail Indonesia, Pak Remon, itu ada 15 kapal. Cuma tidak bisa kita pastikan, karena per kapal ada yang dua penumpang, ada yang tiga. Kemungkinan mereka ini ada sekitar 45 sampai 50 orang dari 15 kapal,” ujarnya.

Sementara itu, Awaliyah mengatakan Dispopar belum menerima data terbaru mengenai negara asal peserta. Namun, pihaknya menerima laporan sebanyak 36 peserta mengikuti rangkaian kegiatan di Sumbawa.

“Negaranya belum ada pembaruan data, cuma yang kita tahu ada 36 peserta,” ujar Awaliyah.

Jumlah tersebut kemudian berkurang karena beberapa peserta memilih melanjutkan perjalanan lebih cepat. Berdasarkan laporan terakhir, sekitar 33 peserta akan mengikuti kegiatan barapan kebo di Sumbawa.

Beberapa peserta juga telah singgah di Tarano. Awaliyah mengatakan pemerintah masih menunggu pembaruan data mengenai jumlah kapal dan peserta yang akan mengikuti rangkaian kegiatan di Sumbawa.

“Kemarin sudah berlabuh di Tarano, ada dua, dan pihak HPI juga,” katanya.

Awaliyah menjelaskan peserta Sail to Indonesia memiliki kebebasan menentukan tujuan perjalanan selama berada di Sumbawa. Karena itu, pemerintah bersama HPI menawarkan sejumlah pilihan paket wisata melalui Koordinator Sail Indonesia.

“Promosinya melalui promotor Pak Remon. Kita tawarkan untuk mengadakan welcome ceremony. Kemudian paket wisatanya juga Ketua HPI, Pak Taqwa, melalui Pak Remon yang menawarkan,” katanya.

Peserta Sail to Indonesia akan mengikuti rangkaian kegiatan di Sumbawa pada 21 September 2026. Pemerintah bersama HPI akan memperkenalkan potensi wisata dan budaya Sumbawa melalui kegiatan tersebut. (*)

Artikel Terkait